Beranda > Kecerdasan Emosi > Kecerdasan Emosi (1)

Kecerdasan Emosi (1)

I. Apa Itu Emosi
Emosi menurut Oxford English Doctionary adalah setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu atau setiap keadaan mental yang hebat. Daniel Coleman merumuskan juga bahwa emosi adalah merujuk pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran khasnya, suatu keadaan biologis dan psikologis serta serangkaian kecenderungan untu bertindak. Emosi dapat dikelompokkan sebagai suatu rasa amarah, kesedihan, rasa takut, kenikmatan, cinta, terkejut, jengkel, malu.

II. Otak Emosi
Amigdala adalah pusat emosi pada otak manusia , berbentuk seperti buah almond dan terletak di sisi otak dekat Hippotalmus. Bila amigdala mengisyaratkan ‘rasa takut’. Maka organ-organ tersbut akan mengirimkan pesan-pesan mendesak keseluruh bagian Otak. Misalnya memicu terbentuknya hormmon, memobilisasi pusat-pusat gerak, ataumemicu gerakan jantung dan pembuluh darah.

Cara kerja pusat emosianal dalam otak adalah : Pertama-tama, sinyal visual dikirim dari retina(yang laiin) ke bahasa Otak. Sebagian besar pesan tersebut kemudian dikirim ke korteks visual yang menganalisis dan menentukan makna dan respons yang cocok, jika respon berupa emosional maka sinyal dikirim ke amigdala untuk mengaktifkan pusat emosi. Tetapi, sebagian kecil sinyal asli langsung menuju ke amigdala dari Talamus dengan transmisi yang lebih cepat sehingga memungkinkan adanya respon yang cepat walaupun kurang akurat. Jadi , amigdala mampu memcu suatu respons emosional sebelum pusat-pusat korteks memahami betul apa yang terjadi.

III. Menyelaraskan Emosi dan Nalar
Sambungan antara amigdala dan neokorteks merupakan medan perang sekaligus persetujuan yang dibuat antara nalar dan perasaan. Hubungan antar sirkuit ini menjelaskan mengapa emosi demikian penting bagi nalar yang efektif, baik dalam membuat keputusan-keputusan yang bijaksana maupun sekedar dalam kita berpikir dengan jernih.

Contohnya adalah kemampuan emosi untuk mengacaukan dirinya sendiri. Ilmuwan-ilmuwan Sayraf yang dipelopori oleh Dr. Antonio Damasio (Iowa Unversity) menggunakan istilah ‘ingatan kerja’ untuk menyebut kemampuan atensi yang menyimpan fakta-fakta penting untuk menyelesaikan pekerjaan atau persoalan. Korteks prefrontal adalah wilayah otak yang bertanggung jawab untuk ingatan kerja itu. Tetapi adanya sirkuit dari limbik mennuju lobud prefrontal – artinya sinyal-sinyal emosi yang kuat seperti amarah, kecemasan dan semacamnya dapat menciptakan gangguan syaraf, menyabot kemampuan lobus prefrontal mempertahankan ingatan kerja. Itulah sebabnya mengapa apabila kita sedang `kacau` secara emosional dan mengapa kemurungan emosional yang terus menerus dapat menciptakan kecacatan dan kemampuan intelektual anak sehingga melumpuhkan kemampuan belajarnya.

Cacat cacat ini seringkali tidak kentara, dan tidak dapat terungkap pada test IQ atau SAT. Dalam suatu studi murid-murid sekolah dasar yang mempunyai IQ tinggi namun nilai raportnya buruk ternyata melalaui pengujian secara neuropsikologis, mereka memiliki fungsi korteks frontal yang cacat. Suka menurutkan dorongan hati, mudah cemas. Dan mereka walaupun memiliki IQ tinggi namun beresiko tinggi seperti kegagalan akademis, kecanduan alkohol dan semacamnya.. Otak emosional yang terpisah dari wilayah korteks dapat dibentuk melalui pengalaman masa kanak-kanak.

Kita mempunyai dua otak, dua pikiran dan dua jenis kecerdasan yang berlainan; kecerdasan emosional dan kecerdasan rasional. Keberhasilan dalam kehidupan ditentukan oleh keduanya, tidak hanya oleh IQ, tetapi kecerdasan emosional memilikui peranan penting pula.

IV. Ciri- ciri Kecerdasan Emosional
Kecerdasan Emosional menurt Daniel Coleman adalah kemampua memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustasi; mengendalikan dorongan hati, dan tidak melebih lebihkan kesenangan, mampu mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stres tidak melumpuhkan kemampuan berpikir dan berempati.

Menurut Salovet juga mecetuskan tentang kecerdasan emosional seraya memperluas kemempuan menjadi lima wilayah utama :

1. Mengenali Emosi Diri
Kesadaran diri waktu perasaan terjadi merupaka dasar kecerdasan emosional. Orang yang memiliki keyakinan yang lebih tentang perasaannya adalah pilot yang andal bagi kehidupan mereka, karena mempunyai kepekaan yang lebih tinggi akan perasaan mereka yang sesungguhnya.

2. Mengelola Emosi
Menangani perasaan agar perasaan dapat diungkapkan secara pas. Sebagai contoh adalah kemampuan untuk menghibur diri sendiri, melepaskan kecemasan, kemurungan atau ketersinggungan. Orang yang buruk kemampuannya dalam bidang ini akan terus-menerus bertarung dengan kemurungan, sementara mereka yang pandai akan lebih cepat bangkit dari kemerosotan dan kejatuhan dalam kehidupannya.

3. Memotivasi diri sendiri
Kendali diri emosi-menahan diri terhadap kepuasan – adalah keberhasilan dalam berbagai bidang. Orang yang memiliki ketrampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal yang mereka kerjakan.

4. Mengenali emosi orang lain
Empati, kemampuan yang bergantung pada kesadaran diri emosional, merupaka ketrampilan bergaul dasar. Orang yang empatik lebih mampu menangkap sinyal-sinyal sosial tersembunyi yang mengisyaratkan apa-apa yang dibutuhkan dan dikehendaki orang lain.

5. Membina hubungan
Merupakan ketrampilan meneglola emosi orang lain. Ketrampilan ini menunjang popularitas, kepemimpinan dan keberhasilan antar pribadi. Orang yang hebat dalam ketrampilani ini akan sukses dalamm bidang apapun yang mengandalkan pergaulan mulus dengan orang lain.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: