Beranda > Pengembangan Diri > The Secret tentang Memberi dan Menerima

The Secret tentang Memberi dan Menerima

Entah mengapa semakin jauh menelisik wacana tentang The Secret, and bergumul dengan buku-buku motivasi, benang merahnya jadi semakin berpendar……wow…meskipun hingga saat ini pun hanya sebatas wacana yang berputar kayak baling-baling bambu di pikiran saya.

Saya tidak akan mendefinisikan dalam pendekatan bahasa…tapi sy ingin menyentuh urat afeksi Anda supaya bisa sampai pada emosional insight tentang konsep The Secret dan sejenisnya.

OK….I will explain by the case below….to describe a small part of The Secret Application.

Mungki kita sering mendengar, GIVING = RECEIVING alias MEMBERI = MENERIMA. Implikasinya, semakin kita banyak memberi kepada alam, termasuk tentunya kepada manusia, semakin banyak pula yang akan kita terima. Apakah ada bukti statistic tentang hal ini….. Jawabannya…. Sampai saat ini saya belum tahu….dan sementara ini tidak ambil pusing dgn angka-angka….(udah lama ga sekolah fren…)

Apakah ada bukti empiris lainnya? Kalo ingin lebih lengkap Anda bisa nonton videonya The Secret atau baca bukunya The Secret karya Rhonda Byrne.

Yang membuat saya tertarik adalah sisa-sisa curiosity sy (maklum dah lama nggak makan bangku kuliah psikologi) yang terusik untuk memahami ada apa dibalik kesuksesan orang-orang di sekitar kita …… Segelintir orang yang sukses, hidup berkelimpahan menikmati fasilitas yang out of ordinary, ternyata banyak yang mempraktekkan konsep GIVING = RECEIVING. Sampai-sampai….dalam marketing pun banyak menggunakan konsep ini untuk memasarkan produk. Give…give…give….and then receive… Memberi…memberi…memberi…kemudian menerima.

Saya yang juga pernah mengelola yayasan sosial di paris van java (tempat sy “berobat jalan” dulu)..tidak jarang menemui orang-orang yang sangat termotivasi untuk menyisihkan sebagian rejekinya untuk membantu anak yatim, anak jalanan, dan orang-orang yang kurang beruntung secara financial, hanya dengan keyakinan yang sangat kuat bahwa semakin banyak dia memberi…semakin banyak yang akan mereka terima…. Dan, secara kasat mata usahanya semakin berkembang..

Mungkin masih segar diingatan kita tentang Syech Puji yang tiap tahun menggelontorkan (dalam bentuk zakat and sodaqoh) miliaran rupiah untuk dibagikan pada kaum dhuafa. Hal yang sama juga dilakukan almarhum Haji Sukri di Surabaya. Dan….masih banyak lagi contoh yang lainnya di sekitar kita.

Lalu…apakah rejeki mereka jadi berkurang dari tahun ke tahun ???? Lebih pastinya…tanya aja pada mereka…hehehe..yang pasti tiap tahun donasi mereka untuk yayasan cenderung meningkat.

Terus…apa kaitan antara memberi dan menerima. Secara matematis linier, tentunya ini
sangat bertolak belakang. Memberi berarti mengeluarkan sebagian yang kita miliki, dan itu artinya kekayaan kita berkurang, bukan malah bertambah sebagaimana diyakini dalam The Secret. Jawabannya sederhana saja, pasti ada sumber pendapatan yang mengalir lebih deras daripada pengeluaran. Apa yang di-receive lebih besar dari pada apa yang di-give (diberikan pada org lain).

The Secret kemudian mengupas keterkaitan antara aktivitas memberi dan menerima, dengan berkesimpulan bahwa semakin banyak memberi pada alam maka alam akan membalas setimpal (CMIIW ya..).

Penjelasannya bagaimana? Apa yang dirasakan oleh seorang yang memberi (giver) sehingga membuat dia cenderung semakin makmur justru tatkala mereka semakin banyak memberi?

Ini menurut sy lho…….CMIIW ya..

Orang yang memberi akan menghayati dirinya sebagai orang yang memiliki ”kelebihan”, entah itu harta, kemampuan, dsb. Orang yang memiliki kelebihan cenderung memiliki rasa percaya diri yang kuat. So…tips agar kita selalu PD adalah banyak2lah memberi, menyumbang (pikiran, materi, tenaga, dsb), dan berbuat untuk kepentingan yang lebih besar. Kalo seseorang sudah merasa PD, maka seseorang akan berperilaku lebih efektif, lebih optimal dalam mengekspresikan potensi diri yang seseungguhnya. Dan…coba amati ”orang sukses” di sekitar kita….pasti punya rasa percaya diri yang kuat..

Orang yang memberi dengan legowo.. penuh kesadaran dan keikhlasan untuk membantu sesama, tanpa pamrih, akan memberikan pengalaman yang membekas pada diri seseorang yang menerima. Kesan yang positif akan mengundang respon yang baik juga dari orang lain. Respon balik yang positif inilah yang sering membantu seseorang untuk mencapai kesuksesan. Dalam kasus pemasaran, kalo suatu jasa dipasarkan dengan cara yang baik, sampai-sampai suatu produk dipersepsi sangat bermanfaat maka tenaga-tenaga pemasar sukarela pun akan bergerak ektrim (getok tular dari mulut ke mulut).

Saya pun pernah tersiksa dengan nyeri asam lambung yang saya rasakan setiap waktu sampai suatu saat ada yang menyarankan sy minum produk herbal tertentu berkat rekomendasi dari teman. Dan..sampai sekarang rasa nyeri itu tidak sy rasakan lagi…. Karena bermanfaat…sy selalu merekomendasikan produk herbal tsb pada teman2 sy yang mempunyai keluhan sama.

Apa kaitannya dgn The Secret……sederhana aja…saya merasa terbantu dgn produk tsb shg scr sukarela sy ”mempromosikan” produk tsb pada org lain.

Walah..lha kok jadi promosi produk ya…… Ah..nggak juga…toh sy nggak nyebutin produknya…

Satu lagi penjelasan yang menurut sy penting..bahkan mungkin yang paling masuk akal, yakni seseorang yang memberi akan menghayati dirinya sebagai orang yang memiliki “kelebihan”…..DENGAN SEGALA ATRIBUT YANG BIASANYA MELEKAT PADA SANG PEMBERI.. Termasuk di dalamnya pola pikirnya terhadap uang misalnya, cara memperoleh penghasilan, mengelola pendapatan, include membelanjakan uang, menabung, investasi dlsb…. Intinya dia akan punya kecenderungan mentranskrip “DNA” sang pemberi.

Any opinión? Let share together…

Iklan
  1. September 16, 2012 pukul 11:22 pm

    luar biasa. mantap mas.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: