Arsip

Archive for the ‘Parenting Education’ Category

Wanita Karir Memutuskan Bekerja: Tips Berbicara Kepada Anak

Dilema Wanita KarirWanita pada era ini, sering dihadapkan pada perasaan bimbang, apakah menjadi ibu rumah tangga yang fokus mengurus anak di rumah atau menjadi wanita karir. Dua pilihan ini sama-sama memiliki alasan kuat, yang terkadang agak sulit memilih pilihan terbaik di antara keduanya. Yang bisa dilakukan adalah berupaya semaksimal mungkin peran sebagai orang tua, tatkala memilih harus menjadi wanita karir.

Bagaimana cara berbicara kepada anak apabila seorang wanita memutuskan untuk bekerja. Berikut tips-tipsnya:

  1. Berhati hatilah dengan menceritakan permasalah dan suka duka bekerja jangan berikan kesan anda terpaksa bekerja dan tidak menikmatinya.
  2. Upayakan diskusi yang seimbang antara keuntungan dan kesulitan bekerja sehingga anak belajar bagaimana anda menyelesaikan masalah.
  3. Jelaskan tentang gaji dan pentingnya uang dapat memberikan simulasi kepada anak.
  4. Apabila memungkinkan bawalah anak anda ke kantor anda dan perkenalkan anak dengan rekan kerja anda.
  5. Ajak anak untuk bekerja dalam permainan role play.
  6. Jagalah kesimbangan dengan ada seutuhnya untuk anak anda saat berada dirumah.

Be wise to be parent!

10 Tips Mengurangi Frekuensi Anak untuk Menyusu di Malam Hari (2)

Februari 8, 2010 5 komentar

5 tips berikutnya untuk mengurangi frekuensi menyusu pada anak di malam hari sebagai berikut:

  1. Jika Anda merasa aktivitas menyusu bayi di malam hari sudah melebihi kebutuhan gizi bayi, alias terlalu sering, Anda bisa menguranginya dengan peran pengganti ibu, yaitu ayah. Luangkan waktu pada malam hari, terutama di akhir pekan dimana keesokan harinya tidak bekerja, untuk mempraktekan cara ini. Jika bayi Anda menangis di malam hari, ayah dapat mengambil inisiatif untuk menggendong atau mendekap. Awalnya, bayi akan tetap menangis karena belum terbiasa. Tapi bersabarlah. Anda bisa menimang, menggendong, atau duduk di kursi goyang hingga bayi tenang kembali.. Cara ini juga dapat mengurangi beban ibu untuk menyusui di malam hari.
  2. Secara bertahap, tingkatkan jarak tidur Anda dengan sang bayi. Hal ini akan mengurangi intensitas bayi untuk menyusu. Anda dapat menidurkan bayi Anda di box bayi. Jika bayi Anda menangis, Anda dapat mengambilnya dan menyusui seteah itu kembalikan lagi pada box-nya.
  3. Untuk bayi beusia sekitar 20 bulan, Anda dapat lebih tegas mengatakan,“Tidak sekarang, besok pagi saja ya nak. Ibu tidur dulu, kamu juga tidur yg nyenyak.“ Katakan dengan kelembutan dan penuh kasih sehingga tidak terkesan sebagai penolakan.
  4. Bila bayi tetap ingin disusui di malam hari, pindahkan ibu untuk tidur di ruangan lain. Hal ini akan mengurangi intensitas menyusu bayi jika ASI tidak selalu tersedia. Sang bayi juga akan membiasakan diri untuk merasa nyaman dengan sang ayah.
  5. Amati perubahan pada bayi. Jika dengan cara yang Anda terapkan di atas bayi tidak banyak perubahan sikap pada siang harinya, maka Anda dapat melanjutkan penyapihan tersebut. Tetapi jika terdapat peruabahan sikap, menjadi lebih lengket atau sebaliknya malah menjauh atau lebih cengen, Anda dapat memperambat ritme penyapihan Anda.

Selamat mencoba!! Silahkan sharing di forum ini pengalaman Anda.

10 Tips Mengurangi Intensitas Menyusui Anak Pada Malam Hari (1)

Februari 6, 2010 Tinggalkan komentar

Sering menyusu di malam hari merupakan karakteristik bayi pada rentang usia sampai sekitar usia tiga tahun. Pahamilah bahwa menyusu di malam hari bagi bayi merupakan waktu yang paling tepat sebagaimana begitu nikmatnya kita makan di restoran terbaik.

Namun, di sisi lain hal ini membuat jam tidur sang ibu menjadi berkurang dan berdampak pada siang hari ketika beraktivitas, terasa lelah, ngantuk, kurang tenaga, bahkan tak jarang gampang pusing. Bagi ibu yang bekerja di siang hari, kondisi ini dirasa cukup mengganggu.

Lalu, bagaimana cara mengatasi agar intensitas menyusui anak pada malam hari lebih terkendali. Berdasarkan kajian dan penelitian para pakar pengasuhan dan beberapa literature parenting serta praktek yang kami lakukan, beberapa cara penyapihan dianjurkan sebagai berikut:

  1. Buat bayi anda kenyang dengan lebih banyak menyusui di siang hari. Dengan membuat bayi lebih sering menyusu di siang atau sore hari, kebutuhan untuk menyusu di malam hari akan berkurang dengan sendirinya.
  2. Tingkatkan sentuhan fisik di siang hari. Sentuhan fisik dengan orang-orang terdekat merupakan cara bayi untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman terutama dengan orang-orang terdekatnya. Kebutuhan ini lambat laun akan berkurang seiring dengan semakin dewasanya sang bayi. Memperbanyak sentuhan pada siang hari, misalnya dengan menggendong, akan menggeser kebutuhan bayi akan sentuhan fisik yang biasanya diperoleh pada malam hari.
  3. Bangunkan bayi untuk makan sampai kenyang menjelang tidur malam. Paling tidak, akan menunda rasa lapar bayi dan mengurangi frekuensi bayi untuk menyusu pada saat tidur.
  4. Kondisikan agar ASI Anda tidak selalu tersedia. Maksudnya, saat bayi menyusu pada malam hari menjelang tidur, gunakan jari-jari Anda untuk melepas kedekatannya dari payudara ibu. Secara perlahan, tutup payudara dengan gaun Anda. Bayi yang tidak menemukan puting susu akan dengan cepat teridur.
  5. Asosiasikan bayi untuk menyusu di siang hari dan tidur di malam hari. Cara ini butuh pengkondisian khusus. Buat kondisi berbeda antara siang dan malam. Misalnya Anda bisa mengkondisikan malam hari dengan mengatur cahaya yang redup di kamar. Kemudian rangsang anak untuk membiasakan tidur pada saat cahaya redup dan tidak menyusu, misalnya dengan menayangkan gambar bayi yang tertidur lelap tanpa menyusu secara berulang-ulang sampai bayi dapat mengasosiasikan bahwa malam hari adalah saat untuk tidur.

5 Tips selanjutnya klik di sini

Pendidikan Pra Nikah: Perlukah?

Januari 31, 2010 4 komentar

Perkawinan sebagai peristiwa sakral dalam perjalanan hidup dua individu. Banyak sekali harapan untuk kelanggengan suatu pernikahan. Agar harapan pernikahan dapat terwujud, maka diperlukan pendidikan pranikah dan parenting yang merupakan salah satu upaya penting dan strategis.

Saat ini, pendidikan pra nikah belum menjadi prioritas bagi keluarga maupun calon pengantin. Padahal dalam kursus diajarkan banyak hal yang dapat mendukung suksesnya kehidupan rumah tangga pengantin baru. Angka perceraian pun dapat diminimalisir dengan adanya pendidikan pra nikah.

Materi yang diberikan pada kursus pranikah antara lain, kesehatan organ reproduksi, UU perkawinan, UU KDRT. Dengan adanya pemaparan materi-materi itu, pasangan baru tersebut mengetahui apa hak dan kewajiban secara undang-undang. Misalnya saja pengantin jadi mengetahui, kalau saat terjadi perselisihan antar suami-istri, berdasarkan Undang-undang tetangga atau keluarga terdekat bisa menengahinya.

Pendidikan pra nikah juga dapat mengajarkan pemahaman kepribadian masing-masing calon pengantin dan pola-pola penyesuaian yang tepat pada setiap pasangan calon pengantin. Pemahaman tetnang kepribadian diri sendiri dan calon pasangan ini menjadi penting karena ditengarai banyak perceraian terjadi karena kebiasaan-kebiasaan kecil yang tidak disukai oleh lawan jenis.

Materi penting yang juga ada dalam pendidikan pra-nikah tersebut adalah mengenai cara menjadi orang tua yang baik. Seperti diketahui, menjadi orang tua tidaklah mudah. Banyak hal yang harus dipersiapkan baik moril maupun materiil.

Pada kursus tersebut akan dibahas mengenai kesiapan menjadi orang tua, mendidik anak dan mengatur emosional. Selain itu peserta juga akan mendapatkan materi tentang managemen keuangan keluarga.

Mengingat Indonesia dikenal dengan kultur religinya, penyelenggara kursus dapat dilakukan oleh Departemen Agama. Lokasi pendidikan dapat dilakukan di tempat ibadah, misalnya untuk umat Islam dapat dilakukan di lingkungan masjid.