Arsip

Archive for the ‘Pengembangan Diri’ Category

WORK-LIFE BALANCE: KUNCI KESEIMBANGAN HIDUP

work life balancesDefinisi • Work life balance (WLB) adalah kehidupan yang seimbang dimana individu mampu melaksanakan tanggung jawabnya di tempat bekerja, rumah dan di masyarakat dengan konflik peran yang sangat minimal (Clark,2000).WLB ini sangat penting untuk kesehatan mental,well being, self esteem dan kepuasan hidup secara keseluruhan (Clark,2000 ; Clarke,2003).

Tanda tanda mempunyai WLB

  1. Puas dengan kehidupan di tempat kerja dan dirumah
  2. Bisa memenuhi tanggung jawabnya di rumah dan tempat kerja tanpa rasa kecewa, sedih dan menyesal.
  3. Sehat secara emosi, jiwa dan fisik.
  4. Merasakan apapun keputusan yang diambil adalah atas pilihan sendiri bukan karena terpaksa

KENYATAAN mengenai WLB

  1. Individu yang sudah berkeluarga merasakan berkurangnya waktu yang berkualitas dan kebahagian hidup bersama keluarga yang menyebabkan stress dan tidak stabilnya keluarga (Sauve,2009).
  2. Meningkatnya kasus absent pada pegawai dikarenakan masalah WLB.
  3. Masalah WLB semakin meningkat dalam 10 tahun terakhir ini (Barrette 2009) dengan meningkatnya jumlah wanita yang bekerja .
  4. Institusi yang pegawainya mengalami masalah WLB mengalami peningkatan biaya untuk kesehatan fisik dan mental yang memburuk pada karyawan, dan juga masalah berhentinya pegawai (Duxbury &Higgins,2003) dan juga tinggi nya tingkat absen dan rendahnya moral karyawan (sauve,2009).

Hal -hal terkait WLB

  1. Over time
  2. Kebanyakan Peran
  3. Kerja mempengaruhi Keluarga
  4. Keluarga mempengaruhi Kerja
  5. Beban dengan Pengasuh Anak
  6. Sandwich generation (harus menjaga anak dan orang tua).

Tanda tanda kemungkinan tidak tercapainya WLB

  1. Selalu merasa lelah dan capek yang tak berujung.
  2. Merasa tidak ada pilihan tidak ada kontrol terhadap pilihan hidup yang dijalani.
  3. Apabila anda merasa terlalu banyak hal yang belum terselesaikan daripada yang sudah terselesaikan.
  4. Apabila anda melihat lebih banyak hal negatif daripada positif dalam hidup.

Tips untuk mendapatkan WLB

  1. Ingatlah kenapa alasan utama anda untuk bekerja pada awalnya .
  2. Rencanakan segala sesuatu secara efektif.
  3. Buatlah batasan atas keterlibatan dengan pekerjaan .
  4. Mintalah pertolongan dan delegasikan tugas.
  5. Istirahatlah sejenak sebelum melanjutkan kegiatan yang lain.
  6. Bekerja , istirahat dan rilex perhatikan tanda -tanda burn out .
  7. Berlibur.
  8. Jadilah orang yang efisien dan terencana hindari kehebohan di pagi hari.
  9. Buatlah kalender keluarga jadi anak dapat menuliskan kegiatannya tempel di tempat terbuka, boleh buat kalender yang lucu dan kreatif.
  10. Biasakan untuk membuat waktu rutin tertentu bersama anak seperti sebelum tidur untuk memberikan pelukan hangat dan menyampaikan betapa anda mencintai anak.
  11. Ketika sampai dirumah biasakan menyapa anak dga hangat terlebih dahulu & biasakan utk ganti baju!
  12. Berada lah seutuhnya untuk anak anda ketika sudah dirumah dengar kan ceritanya sepenuh hati hindari : telefon email dan tv.
  13. Rencanakan kegiatan bersama anak anak anda :sarapan bersama, olah raga bersama piknik.
  14. Jangan mengasuh dengan rasa bersalah.
  15. Temukan support sistem yang baik.
  16. Rencanakanlah kegiatan bersama pasangan.
  17. Rencanakan lah kegiatan untuk me reward diri anda sendiri.

Mempraktekkan sebagian dari tips ini sudah sangat membantu Anda mencapai keseimbangan hidup!

The Secret tentang Memberi dan Menerima

Agustus 3, 2010 1 komentar

Entah mengapa semakin jauh menelisik wacana tentang The Secret, and bergumul dengan buku-buku motivasi, benang merahnya jadi semakin berpendar……wow…meskipun hingga saat ini pun hanya sebatas wacana yang berputar kayak baling-baling bambu di pikiran saya.

Saya tidak akan mendefinisikan dalam pendekatan bahasa…tapi sy ingin menyentuh urat afeksi Anda supaya bisa sampai pada emosional insight tentang konsep The Secret dan sejenisnya.

OK….I will explain by the case below….to describe a small part of The Secret Application.

Mungki kita sering mendengar, GIVING = RECEIVING alias MEMBERI = MENERIMA. Implikasinya, semakin kita banyak memberi kepada alam, termasuk tentunya kepada manusia, semakin banyak pula yang akan kita terima. Apakah ada bukti statistic tentang hal ini….. Jawabannya…. Sampai saat ini saya belum tahu….dan sementara ini tidak ambil pusing dgn angka-angka….(udah lama ga sekolah fren…)

Apakah ada bukti empiris lainnya? Kalo ingin lebih lengkap Anda bisa nonton videonya The Secret atau baca bukunya The Secret karya Rhonda Byrne.

Yang membuat saya tertarik adalah sisa-sisa curiosity sy (maklum dah lama nggak makan bangku kuliah psikologi) yang terusik untuk memahami ada apa dibalik kesuksesan orang-orang di sekitar kita …… Segelintir orang yang sukses, hidup berkelimpahan menikmati fasilitas yang out of ordinary, ternyata banyak yang mempraktekkan konsep GIVING = RECEIVING. Sampai-sampai….dalam marketing pun banyak menggunakan konsep ini untuk memasarkan produk. Give…give…give….and then receive… Memberi…memberi…memberi…kemudian menerima.

Saya yang juga pernah mengelola yayasan sosial di paris van java (tempat sy “berobat jalan” dulu)..tidak jarang menemui orang-orang yang sangat termotivasi untuk menyisihkan sebagian rejekinya untuk membantu anak yatim, anak jalanan, dan orang-orang yang kurang beruntung secara financial, hanya dengan keyakinan yang sangat kuat bahwa semakin banyak dia memberi…semakin banyak yang akan mereka terima…. Dan, secara kasat mata usahanya semakin berkembang..

Mungkin masih segar diingatan kita tentang Syech Puji yang tiap tahun menggelontorkan (dalam bentuk zakat and sodaqoh) miliaran rupiah untuk dibagikan pada kaum dhuafa. Hal yang sama juga dilakukan almarhum Haji Sukri di Surabaya. Dan….masih banyak lagi contoh yang lainnya di sekitar kita.

Lalu…apakah rejeki mereka jadi berkurang dari tahun ke tahun ???? Lebih pastinya…tanya aja pada mereka…hehehe..yang pasti tiap tahun donasi mereka untuk yayasan cenderung meningkat.

Terus…apa kaitan antara memberi dan menerima. Secara matematis linier, tentunya ini
sangat bertolak belakang. Memberi berarti mengeluarkan sebagian yang kita miliki, dan itu artinya kekayaan kita berkurang, bukan malah bertambah sebagaimana diyakini dalam The Secret. Jawabannya sederhana saja, pasti ada sumber pendapatan yang mengalir lebih deras daripada pengeluaran. Apa yang di-receive lebih besar dari pada apa yang di-give (diberikan pada org lain).

The Secret kemudian mengupas keterkaitan antara aktivitas memberi dan menerima, dengan berkesimpulan bahwa semakin banyak memberi pada alam maka alam akan membalas setimpal (CMIIW ya..).

Penjelasannya bagaimana? Apa yang dirasakan oleh seorang yang memberi (giver) sehingga membuat dia cenderung semakin makmur justru tatkala mereka semakin banyak memberi?

Ini menurut sy lho…….CMIIW ya..

Orang yang memberi akan menghayati dirinya sebagai orang yang memiliki ”kelebihan”, entah itu harta, kemampuan, dsb. Orang yang memiliki kelebihan cenderung memiliki rasa percaya diri yang kuat. So…tips agar kita selalu PD adalah banyak2lah memberi, menyumbang (pikiran, materi, tenaga, dsb), dan berbuat untuk kepentingan yang lebih besar. Kalo seseorang sudah merasa PD, maka seseorang akan berperilaku lebih efektif, lebih optimal dalam mengekspresikan potensi diri yang seseungguhnya. Dan…coba amati ”orang sukses” di sekitar kita….pasti punya rasa percaya diri yang kuat..

Orang yang memberi dengan legowo.. penuh kesadaran dan keikhlasan untuk membantu sesama, tanpa pamrih, akan memberikan pengalaman yang membekas pada diri seseorang yang menerima. Kesan yang positif akan mengundang respon yang baik juga dari orang lain. Respon balik yang positif inilah yang sering membantu seseorang untuk mencapai kesuksesan. Dalam kasus pemasaran, kalo suatu jasa dipasarkan dengan cara yang baik, sampai-sampai suatu produk dipersepsi sangat bermanfaat maka tenaga-tenaga pemasar sukarela pun akan bergerak ektrim (getok tular dari mulut ke mulut).

Saya pun pernah tersiksa dengan nyeri asam lambung yang saya rasakan setiap waktu sampai suatu saat ada yang menyarankan sy minum produk herbal tertentu berkat rekomendasi dari teman. Dan..sampai sekarang rasa nyeri itu tidak sy rasakan lagi…. Karena bermanfaat…sy selalu merekomendasikan produk herbal tsb pada teman2 sy yang mempunyai keluhan sama.

Apa kaitannya dgn The Secret……sederhana aja…saya merasa terbantu dgn produk tsb shg scr sukarela sy ”mempromosikan” produk tsb pada org lain.

Walah..lha kok jadi promosi produk ya…… Ah..nggak juga…toh sy nggak nyebutin produknya…

Satu lagi penjelasan yang menurut sy penting..bahkan mungkin yang paling masuk akal, yakni seseorang yang memberi akan menghayati dirinya sebagai orang yang memiliki “kelebihan”…..DENGAN SEGALA ATRIBUT YANG BIASANYA MELEKAT PADA SANG PEMBERI.. Termasuk di dalamnya pola pikirnya terhadap uang misalnya, cara memperoleh penghasilan, mengelola pendapatan, include membelanjakan uang, menabung, investasi dlsb…. Intinya dia akan punya kecenderungan mentranskrip “DNA” sang pemberi.

Any opinión? Let share together…

9 TIPE WATAK MANUSIA DENGAN ENEAGRAM

Eneagram bersal dari bahasa Yunani “ennea” yang berarti sembilan. Sembilan yang dimaksud di sini adalah penjabaran sembilan tipe energi alam, yang masing-masing tipe menyimpan watak dan karakter. Sembilan tipe tersebut membedakan cara orang dalam menentukan pilihan, bertingkah laku, menumbuh kembangkan sifat-sifat asli dirinya dalam kehidupan sehari-hari. Kesembilan tipe watak manusia tersebut adalah: Perfeksionis, Helper, Achiever, Romantis, Observer, Questioner, Adventurer, Assester, dan Peacemaker.

1. PERFEKSIONIS : Wataknya cenderung realistis, memiliki suara hati yang peka, dan mempunyai prinsip hidup yang kuat. Mereka orang yang suka berjuang untuk sesuatu yang berbobot idealisme tinggi. Tipe watak ini adalah tipe watak pekerja. Ia menggambarkan orang yang selalu mengejar kesempurnaan. Ia tidak mudah menyerah meski harus menanggung beban berat. Namun, karena menuntut setiap orang lain juga harus sempurna seperti dia, maka kecenderungannaya ialah mencari kesalahan. Di kantornya ia menjadi sangat sensitif terhadap berbagai kesalahan atau perlakukan tidak adil dari atasannya.

2. HELPER: Orang yang bertipe helper memiliki kecenderungan watak sangat peduli dengan lingkungannya, suka menguatkan/membesarkan hati, dan peka terhadap kebutuhan orang lain. Tipe ini adalah orang yang wataknya suka mengolong. Tipe penolong adalah orang yang amat bersahabat, penuh perhatian, dan rela melayani sesama. namun, bila sampai dikecewakan atau kikritik lantaran terlalu mencampuri urusan orang lain, ia akan marah. Bawah sadarnya selalu dihantui ketakutan terbuang dari lingkungannya. Itulah sebabnya, ia berusaha agar hidupnya berarti bagi orang lain. Meskipun secara nyata tidak menuntut balas jasa, sebenarnya ia mengharapkan perhatian, setidaknya pengakuan atas apa yang ia lakukan untuk orang lain.

3. ACHIEVER : Orang yang bertipe achiever memilik kecenderungan watak hidup penuh semangat, senantiasa hidup optimis, percara diri, dan tindakannya terarah pada sesuatu yang akan dicapai. Tipe watak ini disebut juga tipe motivator. Tipe motivator bisa ditemukan pada posisi puncak perusahaan-perusahaan Amerika dan Jepang. Orang yang memiliki tipe semacam ini biasanya adalah para workaholic yang amat terobsesi dengan efisiensi. Ia cenderung menentukan target yang tinggi dan bekerja amat efisien guna mencapai sukses. kalau perlu tidak segan-segan mengesampingkan kepentingan keluarga dan bahkan kesehatannya. Tidak jarang hali ini menimbulkan dampak pada lingkungan kerjanya. ia menuntut kadar komitmen yang sama terhadap bawahannya, padahal dengan tuntutannya yang terkadang “menyiksa” orang-orang disekitarnya, ia justru sering stres.

4. ROMANTIS : Tipe romantis memiliki kencenderungan watak perasaan peka yang tinggi, pergaulan penuh kehangatan, dan pengertian. Tipe watak ini sering juga disebut individualis, yakni orang yang selalu menepatkan keunikan diri, kreativitas, dan emosi pada tingkat yang paling tinggi. Karena melihat dirinya sebagai insan yang berbeda dari orang lain, ia tidak senang pada hal-hal yang bersifat biasa-biasa saja. Baginya setiap orang harus punya keunikan yang menonjol. Ia terobsesi bekerja dengan caranya sendiri yang unik sehingga lebih suka menutup diri bekerja sama dengan orang lain. Orang seperti ini kalau diberi kebebasan cenderung solider dan bahkan terisolasi dari lingkungan sekitar.

5. OBSERVER : Memiliki kecenderungan watak kebutuhan yang besar akan ilmu pengetahuan. Ia bersifat introver, sifat ingin tahu yang besar akan segala sesuatu, suka menganalisis segala sesuatu, dan punya pandangan yang mendalam akan segala sesuatu. Sering juga disebut tipe pemikir. Biasanya orangnya pintar, berpikir analisis dan tegas dalam mengambil keputusan, mamun miskin dalam pergaulan. Boro-boro harus meluangkan waktu untuk bertukar pikiran atau perasaan dengan orang lain, perhatiannya hanya pada bidangnya dan terlalu ngoyo dalam mengejar ilmu. Sayangnya, meski intelektualnya tidak diragukan, ia malas bekerja. Cara mengatasi kelemahan ini ialaha ia harus mengambil inisiatif tindakan nyata. Ini logis karena untuk bisa mengetahui apa yang telah terjadi, seseorang harus terlibat di dalamnya.

6. QUESTIONER : Memiliki watak yang penuh tanggung jawab, dapat dipercayai dan kesetiaan hidup pada keluarga. Sering juga disebut watak loyalis karena ia bisa dipercaya, jujur, dan bertindak sesuai dengan norma yang berlaku. Bertindak dengan penuh hati-hati dan cemas akan kesalahan. Perasaan ini terus terbawa dalam suasana kerjanya sehingga ia sering dihantui oleh rasa takut dan kecemasan. Ia perlu punya relasi yang dapat dipercaya, dengan ini ia bisa mengurangi kecemasannya dan mampu meraih prestasi yang lebih dari biasanya.

7. ADVENTURER : Mempunyai ciri watak hidup yang penuh semangat, lincah dan optimis. Ia ingin menghasilkan sesuatu untuk dunia. Sering juga disebut mempunyai watak antusiastis karena selalu bersikap optimistis akan masa depan meski dalam kondisi buruk sekalipun. Ia akan berusaha sebaik-baiknya untuk menghindari stres. Tapi bila situasi semakin memburuk, dengan gampang ia banting stir, memilih pekerjaan lain yang dianggap lebih baik. Meskipun hidupnya tidak selalu berhasil, ia susah menerima kegagalan atau penderitaan.

8. ASSERTER : Ia memiliki watak suka berterus terang, langsung, apa adanya, percaya diri yang tinggi. Ukuran pergaulan adalah sesuatu yang menguntungkan diri sendiri dan protective. Ini adalah tipe watk kepemimpinan. Ia merupakan orang yang dikaruniai kekuatan dan kemampuan mempengaruhi orang lain, namun cenderung tampil “kejam” terhadap dunia sekitarnya. Ia tidak mau kompromi dengan apa yang telah diyakininya. Kalau memegang kekuasaan bisa berbahaya karena cenderung otoriter.

9. PEACEMAKER : Ia memiliki kecenderungan watak mudah menerima, baik hati dan prinsip hidup yang suka mendukung. Menyukai kesatuan dengan orang lain dan menghindari pertentangan, cinta damai. Hal ini terlihat dari kepribadiannya yang tidak menyukai persaingan. Ia selalu berusaha agar lingkungannya tenang dan damai. Ia tidak mampu mengungkapkan perasaannya dengan jelas dan transparan. Ketiadaan rasa percaya diri yang kuat cenderung membuatnya mengharapkan orang lain untuk memotivasi dirinya.

Belajar Berpikir Sukses

Juni 2, 2009 4 komentar

Sukses..istilah abstrak yang gampang dibayangkan tapi susah untuk dibakukan pengertiannya…apalagi wujud nyatanya. Barangkali karena ukuran sukses cenderung bersifat perorangan. Ada orang yang mendefinisikan sukses dengan pencapaian bentuk-bentuk material semisal pemilikan rumah, mobil, barang-barang elektronik, dlsb. Ada pula yang mengartikan sukses secara bathiniah. Bagi mereka sukses adalah kondisi perasaan nyaman, puas, ikhlas, bebas konflik, dan tenang.

Terlepas dari gambaran tentang kesuksesan yang cenderung berbeda, John C. Maxwel mengidentifikasi beberapa cara berpikir positif ala orang sukses berikut ini:

1. Big picture thinking bukan small thinking
Cara berpikir ini menjadikan mereka terus belajar, banyak mendengar dan terfokus sehingga cakrawala mereka menjadi luas.

2. Focused thinking bukan scattered thinking
Sehingga dapat menghemat waktu dan energi, loncatan-locatan besar dapat mereka raih.

3. Creative thinking bukan restrictive thinking
Proses berpikir kreatif ini meliputi: think-collect-create-correct-connect.

4. Realistic thinking bukan fantasy thinking
Memungkinkan mereka meminimalkan risiko, ada target & plan, security, sebagai Katalis dan memiliki Kredibilitas.

5. Strategic thinking bukan random thinking
Sehingga simplifies, customize, antisipatif, reduce error and influence other dapat dilakukan.

6. Possibility thinking bukan limited thinking
Mereka dapat berpikir bebas dan menemukan solusi bagi situasi yang dihadapi.

7. Reflective thinking bukan impulsive thinking
Memungkinkan mereka memiliki integritas, clarify big picture, confident decision making.

8. Innovative thinking bukan popular thinking
Menghindari cara berpikir yang awam untuk meraih sesuatu yang lebih baik.

9. Shared thinking bukan solo thinking
Berbagi pemikiran dengan orang lain untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

10.Unselfish thinking bukan selfish thinking
Memungkinkan mereka berkolaborasi dengan pemikiran orang lain.

11.Bottom line thinking bukan wishful thinking
Berfokus pada hasil sehingga dapat meraih hasil berdasarkan potensi pemikiran yang dimiliki.

Weleh2…berat banget yah!! Paling tidak, kita bisa bercermin dengan harapan ada waktu untuk merenung dan membuat raut wajah nurani kita lebih indah.