Tips Meningkatkan Keterlibatan Karyawan

engagement

Sebuah artikel di New York Daily News melaporkan bahwa hampir 70% dari karyawan AS tidak berkontribusi signifikan di tempat kerja. Penelitian yang dilakukan oleh Gallup Poll menunjukkan bahwa mayoritas orang Amerika disengage dengan pekerjaan. Ini juga merupakan indikator bahwa para pemimpin kesulitan mencari cara untuk meningkatkan keterlibatan dengan karyawan yang jauh lebih beragam dan lebih muda dari sebelumnya.

Banyak perusahaan yang mengalami transformasi, di mana kepemimpinan memegang peranan penting dalam mengaktifkan secara penuh potensi dan kompetensi para pekerja. Pemimpin harus mampu membimbing karyawan untuk memiliki peran dan tanggung jawab yang nyata. Karyawan ingin merasa dihargai dan tertantang; mereka ingin dipercaya dan diberi kebebasan untuk mengeksplorasi dan belajar dari pekerjaan yang dilakukan. Karyawan yang menyediakan diri untuk tumbuh dan mengambil tugas yang lebih maju harus diberikan kesempatan untuk lebih mempercepat kemajuan mereka. Intinya adalah bahwa para pemimpin harus terus menerus menciptakan peluang baru bagi karyawan mereka.

Bagaimana pemimpin dapat menentukan apakah seorang karyawan mampu mengemban sebuah tanggung jawab jika Anda tidak terus-menerus menemukan cara-cara baru untuk melibatkan mereka? Dalam hal ini, dibutuhkan waktu dan tenaga ekstra yang perlu diluangkan oleh pemimpin untuk mengembangkan karyawan.

Iklan

Direksi Pelindo III 2014 – 2019

Inilah susunan Direksi PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) yang baru dilantik pada hari Senin, 12 Mei 2014.

Djarwo Surjanto ditetapkan sebagai Direktur Utama,  sedangkan 4 (empat) Direktur lainnya terdiri dari : Husein Latief, Rahmat Satria, Toto Heliyanto, I Gusti Ngurah Akhsara Danadiputra.

Djarwo Surjanto sebelumnya adalah Direktur Utama dan Husein Latif merupakan Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha.

Direksi lainnya, Toto Heliyanto yang sebelumnya merupakan General Manajer Pelindo III Cabang Tanjung Perak.

Demikian pula dengan Rahmat Satria, sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya (anak perusahaan PT Pelindo III).

Sedangkan salah satu anggota Direktur yang berasal dari luar Pelindo III adalah I Gusti Ngurah Akhsara Danadiputra, sesuai informasi yang diperoleh dari reporter majalah dermaga, I Gusti Ngurah Akhsara Danadiputra berasal dari Bank ANZ.

 

Kategori:Uncategorized

UNTUK APA KITA HIDUP

Kategori:Inspirasi

Soerabaia Tempo Doeloe : Jalan Pasar Besar

November 28, 2010 1 komentar

The Secret tentang Memberi dan Menerima

Agustus 3, 2010 1 komentar

Entah mengapa semakin jauh menelisik wacana tentang The Secret, and bergumul dengan buku-buku motivasi, benang merahnya jadi semakin berpendar……wow…meskipun hingga saat ini pun hanya sebatas wacana yang berputar kayak baling-baling bambu di pikiran saya.

Saya tidak akan mendefinisikan dalam pendekatan bahasa…tapi sy ingin menyentuh urat afeksi Anda supaya bisa sampai pada emosional insight tentang konsep The Secret dan sejenisnya.

OK….I will explain by the case below….to describe a small part of The Secret Application.

Mungki kita sering mendengar, GIVING = RECEIVING alias MEMBERI = MENERIMA. Implikasinya, semakin kita banyak memberi kepada alam, termasuk tentunya kepada manusia, semakin banyak pula yang akan kita terima. Apakah ada bukti statistic tentang hal ini….. Jawabannya…. Sampai saat ini saya belum tahu….dan sementara ini tidak ambil pusing dgn angka-angka….(udah lama ga sekolah fren…)

Apakah ada bukti empiris lainnya? Kalo ingin lebih lengkap Anda bisa nonton videonya The Secret atau baca bukunya The Secret karya Rhonda Byrne.

Yang membuat saya tertarik adalah sisa-sisa curiosity sy (maklum dah lama nggak makan bangku kuliah psikologi) yang terusik untuk memahami ada apa dibalik kesuksesan orang-orang di sekitar kita …… Segelintir orang yang sukses, hidup berkelimpahan menikmati fasilitas yang out of ordinary, ternyata banyak yang mempraktekkan konsep GIVING = RECEIVING. Sampai-sampai….dalam marketing pun banyak menggunakan konsep ini untuk memasarkan produk. Give…give…give….and then receive… Memberi…memberi…memberi…kemudian menerima.

Saya yang juga pernah mengelola yayasan sosial di paris van java (tempat sy “berobat jalan” dulu)..tidak jarang menemui orang-orang yang sangat termotivasi untuk menyisihkan sebagian rejekinya untuk membantu anak yatim, anak jalanan, dan orang-orang yang kurang beruntung secara financial, hanya dengan keyakinan yang sangat kuat bahwa semakin banyak dia memberi…semakin banyak yang akan mereka terima…. Dan, secara kasat mata usahanya semakin berkembang..

Mungkin masih segar diingatan kita tentang Syech Puji yang tiap tahun menggelontorkan (dalam bentuk zakat and sodaqoh) miliaran rupiah untuk dibagikan pada kaum dhuafa. Hal yang sama juga dilakukan almarhum Haji Sukri di Surabaya. Dan….masih banyak lagi contoh yang lainnya di sekitar kita.

Lalu…apakah rejeki mereka jadi berkurang dari tahun ke tahun ???? Lebih pastinya…tanya aja pada mereka…hehehe..yang pasti tiap tahun donasi mereka untuk yayasan cenderung meningkat.

Terus…apa kaitan antara memberi dan menerima. Secara matematis linier, tentunya ini
sangat bertolak belakang. Memberi berarti mengeluarkan sebagian yang kita miliki, dan itu artinya kekayaan kita berkurang, bukan malah bertambah sebagaimana diyakini dalam The Secret. Jawabannya sederhana saja, pasti ada sumber pendapatan yang mengalir lebih deras daripada pengeluaran. Apa yang di-receive lebih besar dari pada apa yang di-give (diberikan pada org lain).

The Secret kemudian mengupas keterkaitan antara aktivitas memberi dan menerima, dengan berkesimpulan bahwa semakin banyak memberi pada alam maka alam akan membalas setimpal (CMIIW ya..).

Penjelasannya bagaimana? Apa yang dirasakan oleh seorang yang memberi (giver) sehingga membuat dia cenderung semakin makmur justru tatkala mereka semakin banyak memberi?

Ini menurut sy lho…….CMIIW ya..

Orang yang memberi akan menghayati dirinya sebagai orang yang memiliki ”kelebihan”, entah itu harta, kemampuan, dsb. Orang yang memiliki kelebihan cenderung memiliki rasa percaya diri yang kuat. So…tips agar kita selalu PD adalah banyak2lah memberi, menyumbang (pikiran, materi, tenaga, dsb), dan berbuat untuk kepentingan yang lebih besar. Kalo seseorang sudah merasa PD, maka seseorang akan berperilaku lebih efektif, lebih optimal dalam mengekspresikan potensi diri yang seseungguhnya. Dan…coba amati ”orang sukses” di sekitar kita….pasti punya rasa percaya diri yang kuat..

Orang yang memberi dengan legowo.. penuh kesadaran dan keikhlasan untuk membantu sesama, tanpa pamrih, akan memberikan pengalaman yang membekas pada diri seseorang yang menerima. Kesan yang positif akan mengundang respon yang baik juga dari orang lain. Respon balik yang positif inilah yang sering membantu seseorang untuk mencapai kesuksesan. Dalam kasus pemasaran, kalo suatu jasa dipasarkan dengan cara yang baik, sampai-sampai suatu produk dipersepsi sangat bermanfaat maka tenaga-tenaga pemasar sukarela pun akan bergerak ektrim (getok tular dari mulut ke mulut).

Saya pun pernah tersiksa dengan nyeri asam lambung yang saya rasakan setiap waktu sampai suatu saat ada yang menyarankan sy minum produk herbal tertentu berkat rekomendasi dari teman. Dan..sampai sekarang rasa nyeri itu tidak sy rasakan lagi…. Karena bermanfaat…sy selalu merekomendasikan produk herbal tsb pada teman2 sy yang mempunyai keluhan sama.

Apa kaitannya dgn The Secret……sederhana aja…saya merasa terbantu dgn produk tsb shg scr sukarela sy ”mempromosikan” produk tsb pada org lain.

Walah..lha kok jadi promosi produk ya…… Ah..nggak juga…toh sy nggak nyebutin produknya…

Satu lagi penjelasan yang menurut sy penting..bahkan mungkin yang paling masuk akal, yakni seseorang yang memberi akan menghayati dirinya sebagai orang yang memiliki “kelebihan”…..DENGAN SEGALA ATRIBUT YANG BIASANYA MELEKAT PADA SANG PEMBERI.. Termasuk di dalamnya pola pikirnya terhadap uang misalnya, cara memperoleh penghasilan, mengelola pendapatan, include membelanjakan uang, menabung, investasi dlsb…. Intinya dia akan punya kecenderungan mentranskrip “DNA” sang pemberi.

Any opinión? Let share together…

Kesalahan Umum Dalam Melamar Kerja

Sejak awal Anda harus menghindari kesalahan-kesalahan yang mungkin timbul saat melamar pekerjaan. Nah, ada baiknya Anda ketahui 8 kesalahan umum yang seringkali dilakukan para pencari kerja. Coba simak di bawah ini:
Surat-surat tidak lengkap
Jangan pernah menganggap sepele kelengkapan surat lamaran. Maka sebelum melayangkan surat lamaran Anda, periksa kembali kelengkapan dokumen Anda. Satu saja ketidaklengkapan surat lamaran Anda, bisa dijadikan alasan penolakan permohonan kerja. So, lengkapi selalu dokumen lamaran Anda.
Terlalu banyak referensi
Referensi memang perlu Anda sertakan bersama surat lamaran dan curriculum vitae (CV). Tapi mencantumkan daftar referensi yang kelewat panjang juga bisa menimbulkan salah pengertian. Bisa jadi, Anda akan dianggap suka memamerkan dan menonjolkan diri. Untuk itu, sertakan referensi yang memang benar-benar penting, yang sekiranya dapat menambah penilaian. Jika referensi Anda tidak berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lamar sebaiknya tidak usah disertakan.
Datang terlambat
Jam karet memang sudah menjadi budaya di Indonesia tapi hendaknya jangan sampai menulari Anda. Sekali Anda datang terlambat saat wawancara pekerjaan, penilaian terhadap diri Anda akan minus. Apalagi jika Anda melamar ke perusahaan asing, biasanya tidak ada toleransi bagi keterlambatan. Maka cobalah untuk ontime setiap kali memenuhi panggilan wawancara kerja.
Pakaian kurang sopan
Kesan pertama seringkali dimulai dari penampilan. Karena itu cara Anda berbusana menjadi hal yang sangat penting saat Anda datang melamar pekerjaan atau memenuhi panggilan wawancara. Penyeleksi mempunyai penilaian tersendiri ketika melihat pelamar kerja. Karena itu gunakan busana yang sopan dan lazim digunakan untuk kesempatan panggilan kerja. Hal ini juga perlu diikuti dengan penampilan secara keseluruhan, seperti rambut dan dandanan wajah yang rapih, pemakaian sepatu dan tas yang pantas.
Salah tulis atau sebut nama
Pimpinan perusahaan akan sakit hati seandainya namanya ditulis atau diucapkan secara keliru. Hal ini akan mempengaruhi kewibawaan dan reputasinya. Usahakan agar meneliti kembali saat menulis nama orang dalam surat lamaran atau menyapa seseorang.
Mencantumkan ketrampilan palsu
Jangan sekali-kali mencantumkan atau mengakui ketrampilan yang tidak Anda miliki. Ingat, penyeleksi akan lebih jeli akan hal ini. Mereka akan terus meneliti bagian-bagian dalam CV atau daftar riwayat hidup yang dianggap terlalu dibuat-buat. Bahkan ada yang mempersiapkan tes praktek langsung untuk menguji kebenaran laporan Anda. Oleh sebab itu jangan coba-coba menonjolkan sesuatu yang tidak Anda miliki.
Bicara berbelit-belit
Wawancara merupakan ‘moment’ yang tepat bagi Anda untuk mengungkapkan siapa diri Anda sebenarnya. Biasanya pewawancara akan menanyakan semua segi yang berhubungan dengan CV atau daftar riwayat hidup yang telah Anda kirimkan. Dalam menyerap informasi dari Anda, mereka menggunakan logika berpikir secara rasional. Setiap uraian akan dihubungkan dengan keterangan sebelumnya. Karena itu jangan memberi keterangan yang berbelit-belit. Apabila penyeleksi menganggap Anda memberikan keterangan yang tidak jelas, jangan berharap diterima.
Meminta fasilitas di awal seleksi
Ini merupakan kesalahan yang cukup fatal bagi pelamar kerja. Jika belum ada keputusan diterima jangan sekalipun menuntut fasilitas ini itu. Anda akan dianggap bermental materialistis. Walaupun tujuan bekerja salah satunya mendapatkan kelayakan materi, tapi sebaiknya, Anda harus menekankan apa yang bisa Anda berikan daripada apa yang akan Anda dapatkan. Biasanya jika Anda bisa memberikan kontribusi terbaik, fasilitas akan mengikuti Anda.
Sebenarnya masih banyak kelalaian lain yang kerap dilakukan saat melamar pekerjaan. Tapi jika Anda ingin sukses diterima bekerja tentunya Anda sudah semakin cerdas menerapkan cara melamar pekerjaan yang baik. Jangan lupa, kepandaian dan kecerdasan Anda juga perlu didukung oleh sikap yang menggambarkan moralitas dan intelektualitas yang positif. Selamat berburu pekerjaan…! [tri/*]

Kategori:Uncategorized

LOWONGAN MANAJER KEUANGAN DI YOGYAKARTA

Mei 12, 2010 2 komentar

Surat Kabar terbitan Jogjakarta, gru Bisnis Indonesia, membutuhkan seorang:

MANAJER KEUANGAN

Dengan kualifikasi sbb:

  1. Pendidikan S1 Ekonomi, diutamakan Akuntansi.
  2. Pengalaman 3 tahun sebagai supervisor bidang keuangan
  3. Mengerti tentang perpajakan
  4. Biasa bekerja dengan target waktu.

Anda berminat???

Apply aja ke :

rekrutment@harianjogja.com

atau kririm surat lamaran ke:

HARIAN JOGJA

Jl. MT Hariyono 7b, Yogyakarta

Surat lamaran diterima paling lambat tanggal 17 Mei 2010.