Arsip

Posts Tagged ‘Perhitungan Beban Kerja’

Penghitungan Beban Kerja

Pengertian

Beban Kerja adalah sejumlah target pekerjaan atau target hasil yang harus dicapai dalam satu satuan waktu tertentu.

Standar kemampuan rata-rata (SKR) pegawai atau standar prestasi rata-rata pegawai adalah standar kemampuan yang menunjukkan ukuran energi rata-rata yang diberikan oleh seorang pegawai untuk memperoleh satu satuan hasil.

Perhitungan beban kerja adalah suatu teknik untuk menetapkan waktu bagi seorang pegawai yang memenuhi persyaratan (qualified) dalam menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu dengan standar prestasi yang telah ditetapkan

Aspek-aspek Dalam Perhitungan Beban Kerja

  • Beban Kerja
  • Standar kemampuan rata-rata/standar prestasi

Standar kemampuan yang diukur dari satuan waktu disebut dengan    Norma   Waktu.

Norma waktu adalah satu satuan waktu yang dipergunakan untuk mengukur berapa hasil yang dapat diperoleh.

Rumus Norma Waktu :

Norma waktu =     Orang x Waktu/ Hasil

Contoh

Seorang juru ketik dalam waktu 30 menit dapat menghasilkan 2 lembar ketikan.

Norma waktu  =   1 orang pengetik x 30 menit/2 lembar ketikan

Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata standar kemampuan seorang pengetik adalah 30 menit menghasilkan 2 lembar ketikan.

Standar kemampuan yang diukur dari satuan hasil disebut dengan norma hasil.

Norma Hasil adalah satu satuan hasil dapat diperoleh dalam waktu berapa lama.

Rumus Norma Hasil :

Norma Hasil  =                  Hasil/(orang x waktu)

Dari contoh tersebut dapat ditetapkan bahwa rata-rata standar kemampuan seorang analis jabatan untuk menghasilkan 1 uraian jabatan diperlukan waktu 2 jam.

Contoh:

Seorang analis jabatan untuk menghasilkan 1 uraian jabatan diperlukan waktu 2 jam

Norma hasil  =     1 uraian jabatan

1 analis jabatan x 2 jam

Dari contoh tersebut dapat ditetapkan bahwa rata-rata standar kemampuan seorang analis jabatan untuk menghasilkan 1 uraian jabatan diperlukan waktu 2 jam.

Waktu Kerja

Waktu kerja efektif adalah waktu kerja yang secara efektif digunakan untuk bekerja. Waktu kerja efektif terdiri atas Hari Kerja Efektif dan Jam Kerja Efektif

Perhitungan hari kerja efektif dalam 6 hari kerja adalah

  • 1 Tahun   =  365 hari
  • Hari Minggu =   52 hari
  • Hari libur lain =   14 hari
  • Cuti Tahunan =   12 hari
  • Hari kerja efektif = 365 hari – 78 hari    =  287 hari.

Jam kerja efektif adalah jumlah jam kerja formal dikurangi dengan waktu kerja yang hilang karena tidak bekerja (allowance) seperti makan, sholat, dan sebagainya.

Dalam menghitung jam kerja efektif sebaiknya digunakan ukuran dalam 1 minggu.

Penghitungan jam kerja efektif

Metoda Perhitungan Beban Kerja 

a. Metoda teknik analitis

Metoda ini adalah metoda ilmiah dengan menggunakan pengukuran waktu yang teliti melalui pengamatan langsung.

b. Metoda praktis empiris

Metoda ini didasarkan pada pengalaman perorangan atau pemegang jabatan.

c. Metoda identifikasi beban kerja

Metoda ini dilakukan dengan mengidentifikasi beban kerja melalui hasil kerja, objek kerja, peralatan kerja, dan tugas per tugas jabatan.

Prinsip Penyusunan Formasi Pegawai

Dalam penyusunan formasi pegawai hendaknya memperhatikan  prinsip-prinsip sebagai berikut:

  • Setiap jenjang jabatan jumlah pegawainya sesuai dengan beban kerjanya;
  • Setiap perpindahan dalam posisi jabatan baik karena adanya mutasi atau promosi, dapat dilakukan apabila tersedia posisi jabatan yang lowong;
  • Selama beban kerja organisasi tidak berubah, komposisi jumlah pegawai tidak berubah.

TEKNIK PERHITUNGAN BEBAN KERJA

Dalam penyusunan/perhitungan formasi pegawai dilakukan beberapa tahapan yaitu,

  • Analisis Jabatan
  • Perkiraan persediaan pegawai,
  • Perhitungan kebutuhan pegawai,

Analisis Jabatan

Setiap pegawai mempunyai jabatan, tugas, wewenang, dan tanggungjawab yang jelas.

Perkiraan Persediaan Pegawai

Persediaan pegawai adalah jumlah pegawai yang dimiliki oleh suatu unit kerja.

Perkiraan persediaan pegawai tahun yang akan datang adalah perkiraan yang terdiri atas pegawai yang ada dikurangi jumlah yang pensiun pada tahun yang bersangkutan.

Langkah-langkah menetapkan persediaan pegawai adalah sebagai berikut:

  • Menyusun daftar jabatan

Menyusun daftar jabatan beserta ringkasan uraian   tugasnya (ikhtisar) disertai dengan syarat   pendidikan, pelatihan, pengalaman, dan syarat lain   yang bukan menjadi syarat mental.

Perhitungan Kebutuhan Pegawai

Perhitungan dengan metoda umum/ metoda beban kerja

Perhitungan kebutuhan pegawai untuk jabatan fungsional umum/non struktural menggunakan acuan dasar data pegawai yang ada serta peta jabatan dan uraian jabatan. Oleh karena itu, alat pokok yang digunakan dalam menghitung kebutuhan pegawai adalah uraian jabatan. Pendekatan yang dapat dilakukan untuk menghitung kebutuhan pegawai adalah mengidentifikasi beban kerja melalui/dari:

  • Hasil kerja
  • Objek kerja
  • Peralatan kerja
  • Tugas per tugas jabatan

Pendekatan Hasil Kerja

Hasil kerja adalah produk atau output jabatan. Metoda  dengan menggunakan pendekatan hasil kerja adalah menghitung formasi dengan mengidentifikasi beban kerja dan hasil kerja jabatan. Metoda ini dipergunakan untuk jabatan yang hasil kerjanya fisik atau non fisik tetapi dapat di kuantifisir. Metoda ini efektif dan mudah digunakan untuk jabatan yang hasil kerjanya hanya satu jenis.

Dalam menggunakan metoda ini, informasi yang dipergunakan adalah :

  • Wujud hasil kerja dan satuannya
  • Jumlah beban kerja yang tercermin dari target hasil kerja yang harus dicapai
  • Standar kemampuan rata-rata untuk memperoleh hasil kerja.

Rumus menghitung kebutuhan pegawai dengan pendekatan metoda ini adalah :

∑Beban kerja/Standar kemampuan rata-rata X 1 orang

Pendekatan Peralatan Kerja

Peralatan kerja adalah peralatan yang dipergunakan dalam bekerja. Metoda ini digunakan untuk jabatan yang beban kerjanya bergantung pada peralatan kerja, seperti pengemudi, beban kerjanya bergantung pada kebutuhan operasional kendaraan yang harus dikemudikan.

Dalam menggunakan metoda ini, informasi yang diperlukan adalah:

  • Satuan alat kerja
  • Jabatan yang diperlukan untuk pengoperasian alat kerja
  • Jumlah alat kerja yang dioperasikan
  • Rasio jumlah pegawai per jabatan peralatan kerja (RPK)

Rumus menghitung dengan metoda ini adalah:

∑Peralatan kerja/Rasio penggunaan alat kerja X 1 orang

Pendekatan Tugas Pertugas Jabatan

Metoda ini adalah metoda menghitung kebutuhan pegawai pada jabatan yang hasil kerjanya abstrak atau beragam, artinya hasil kerja dalam jabatan banyak jenisnya.

Informasi yang diperlukan untuk dapat menghitung kebutuhan pegawai dengan metode ini adalah :

  • Uraian tugas beserta jumlah beban untuk setiap tugas
  • Waktu penyelesaian tugas
  • Jumlah waktu kerja efektif perhari rata-rata

Rumus  metoda ini adalah :

∑ Waktu Penyelesaian Tugas/∑  Waktu Kerja Efektif

 

Demikian, semoga membantu dalam penghitungan beban kerja.

 

Iklan