Arsip

Posts Tagged ‘Sejarah Grameen Bank’

Muhammad Yunus dan Grameen Bank

muhammad YunusMasa Kecil Muhammad Yunus

Muhammad Yunus lahir di desa Bathua,  Bengal Timur, Bangladesh  pada 28 Juni 1940. Ia berasal dari keluarga mampu di desanya karena ayahnya, merupakan penambang emas sukses dan memotivasi anak-anaknya untuk sekolah setinggi mungkin. Sebagai salah satu keluarga berkecukupan keluarganya sering didatangi orang untuk meminta bantuan. Masa kecil Yunus dihabiskan di desa sampai tahun 1947. Setelah itu keluarganya berpindah ke Chittagong karena usaha perhiasan ayahnya maju pesat.  

Ibu dari Muhammad Yunus, Sufia Katun, selalu membantu setiap orang miskin yang memerlukan bantuan, sekadar meminjamkan barang ataupun uang. Pemandangan masa kecil inilah yang mendorongnya untuk memberantas kemiskinan di negerinya Bangladesh dan akhirnya diganjar penghargaan Nobel.

Pendidikan dan Karir Muhammad Yunus

Yunus belajar di Chittagong Collegiate School dan Chittagong College. Yunus kemudian  mempelajari ilmu ekonomi di Dhaka University, dan akhirnya berhasil mendapat gelar Bachelor of Arts pada tahun 1960 dan MA (Master of Arts) pada tahun 1961.
Otak Yunus sangat cerdas hingga pada tahun 1965 ia mendapatkan beasiswa program PhD di bidang ekonomi di Vanderbilt University Graduate Program in Economic Development (GPED) dan lulus pada tahun 1969.
Lulus kuliah di Amerika Serikat, ia mengajar di Chittagong University dan menjadi salah satu ekonom penting di Bangladesh.

Sejarah Grameen Bank

Saat Yunus kembali ke Bangladesh, ia bersama mahasiswanya mengunjungi sebuah desa miskin bernama Jobra. Di sana ia menemukan bahwa sebuah pinjaman kecil bisa berdampak cukup besar terutama pada pedagang di sana.

Ia melihat bahwa pengrajin bambu memerlukan pinjaman uang untuk membeli bambu. Bank-bank konvensional tidak mungkin memberikan pinjaman jumlah kecil dan dengan bunga yang rendah. Ujung-ujungnya, para pengrajin kebanyakan meminjam uang lewat rentenir dengan bunga yang mencekik sebesar bunga 10 persen per minggu. Hal ini membuat para renternir semakin kaya dan sebaliknya tidak membuat masyarakat miskin memiliki sandaran ekonomi yang layak.

Yunus kemudian berkomitmen untuk membantu orang-orang miskin yang ingin berdagang, namun terkendala modal karena bank enggan memberi pinjaman.

Saat itu, Yunus menyimpulkan ada sesuatu yang salah dari sistem ekonomi yang ia pahami dan ajarkan di perkuliahan. Akhirnya, ia berkomitmen memberikan pinjaman dari kantongnya sendiri. Pada saat itu, ia memberikan pinjaman dengan jumlah total US$27 kepada 42 orang perempuan dan menghasilkan keuntungan US$0,2 per orang. Pinjaman dengan jumlah kecil dan bunga yang rendah selain membantu mereka bertahan hidup juga memunculkan inisiatif para pedagang untuk meningkatkan taraf kehidupannya, keluar dari jurang kemiskinan.

Pada Desember 1976, Yunus berhasil memberi pinjaman pada warga di Desa Jobra dengan bantuan dana dari Janata Bank. Pada tahun 1977, setelah membentuk Grameen Project dari bantuan Janata Bank, akhirnya pada Oktober 1983, ia menetapkan berdirinya Grameen Bank sebagai bank  independen yang konsisten memberi kredit mikro pada orang-orang yang membutuhkan.

Grameen Bank yang didirikan Muhammad Yunus telah berhasil  menyelamatkan jutaan rakyat Bangladesh dari jurang kemiskinan. Keberhasilan Grameen Bank di Bangladesh membuat Yunus tak hanya ingin mengubah negaranya sendiri, Grameen America kemudian didirikan di New York, AS pada tahun 2007.

Nobel Perdamaian untuk Muhammad Yunus

Usaha-usaha Muhammad Yunus pun mendapat reaksi positif dari beberapa tokoh di  dunia. Mantan presiden Amerika, Bill Clinton memberi gagasan agar Yunus mendapatkan hadiah Nobel dan gagasan tersebut menjadi kenyataan saat Yunus mendapat Nobel Peace Prize pada tahun 2006. Muhammad Yunus berhasil mendapat Medal of Freedom atas upayanya membuat perubahan pada dunia. Medali tersebut diberikan oleh Presiden Barack Obama di Gedung Putih, berbarengan dengan dengan 15 orang tokoh perubahan lainnya.

Banyak penghargaan lain yang diterimanya, tapi penghargaan yang paling unik adalah ditetapkannya “Muhammad Yunus Day’ pada setiap 14 Januari oleh Gubernur Texas.
Ironi di Negeri Sendiri

Semakin populernya Muhammad Yunus di Bangladesh dan dunia membuat pemerintah Bangladesh menjadi takut. Pada Maret 2011 lalu, bank sentral yang memiliki 25 persen saham di Grameen Bank memecat Yunus sebagai Direktur Pelaksana, sebagaimana dilansir BBC, dengan alas an Yunus melanggar undang-undang pensiun dengan masih memimpin Grameen Bank pada usia 70 tahun, padahal batas wajib pensiun adalah 60 tahun.

Bank Sentral Bangladesh juga mengatakan Yunus tidak disetujui pemerintah ketika ditunjuk sebagai Direktur Pelaksana pada 1999. Media internasional menilai, pencopotan Yunus tersebut sebagai puncak pertikaian dengan pemerintah oleh karena pada tahun 2007 Yunus berusaha membentuk partai baru.

Yunus terus berusaha melawan pelengserannya tersebut dengan mengajukan gugatan yang ditolak MahkamahAgung pada bulan Mei tahun 2011.