Arsip

Posts Tagged ‘watak manusia eneagram’

9 TIPE WATAK MANUSIA DENGAN ENEAGRAM

Eneagram bersal dari bahasa Yunani “ennea” yang berarti sembilan. Sembilan yang dimaksud di sini adalah penjabaran sembilan tipe energi alam, yang masing-masing tipe menyimpan watak dan karakter. Sembilan tipe tersebut membedakan cara orang dalam menentukan pilihan, bertingkah laku, menumbuh kembangkan sifat-sifat asli dirinya dalam kehidupan sehari-hari. Kesembilan tipe watak manusia tersebut adalah: Perfeksionis, Helper, Achiever, Romantis, Observer, Questioner, Adventurer, Assester, dan Peacemaker.

1. PERFEKSIONIS : Wataknya cenderung realistis, memiliki suara hati yang peka, dan mempunyai prinsip hidup yang kuat. Mereka orang yang suka berjuang untuk sesuatu yang berbobot idealisme tinggi. Tipe watak ini adalah tipe watak pekerja. Ia menggambarkan orang yang selalu mengejar kesempurnaan. Ia tidak mudah menyerah meski harus menanggung beban berat. Namun, karena menuntut setiap orang lain juga harus sempurna seperti dia, maka kecenderungannaya ialah mencari kesalahan. Di kantornya ia menjadi sangat sensitif terhadap berbagai kesalahan atau perlakukan tidak adil dari atasannya.

2. HELPER: Orang yang bertipe helper memiliki kecenderungan watak sangat peduli dengan lingkungannya, suka menguatkan/membesarkan hati, dan peka terhadap kebutuhan orang lain. Tipe ini adalah orang yang wataknya suka mengolong. Tipe penolong adalah orang yang amat bersahabat, penuh perhatian, dan rela melayani sesama. namun, bila sampai dikecewakan atau kikritik lantaran terlalu mencampuri urusan orang lain, ia akan marah. Bawah sadarnya selalu dihantui ketakutan terbuang dari lingkungannya. Itulah sebabnya, ia berusaha agar hidupnya berarti bagi orang lain. Meskipun secara nyata tidak menuntut balas jasa, sebenarnya ia mengharapkan perhatian, setidaknya pengakuan atas apa yang ia lakukan untuk orang lain.

3. ACHIEVER : Orang yang bertipe achiever memilik kecenderungan watak hidup penuh semangat, senantiasa hidup optimis, percara diri, dan tindakannya terarah pada sesuatu yang akan dicapai. Tipe watak ini disebut juga tipe motivator. Tipe motivator bisa ditemukan pada posisi puncak perusahaan-perusahaan Amerika dan Jepang. Orang yang memiliki tipe semacam ini biasanya adalah para workaholic yang amat terobsesi dengan efisiensi. Ia cenderung menentukan target yang tinggi dan bekerja amat efisien guna mencapai sukses. kalau perlu tidak segan-segan mengesampingkan kepentingan keluarga dan bahkan kesehatannya. Tidak jarang hali ini menimbulkan dampak pada lingkungan kerjanya. ia menuntut kadar komitmen yang sama terhadap bawahannya, padahal dengan tuntutannya yang terkadang “menyiksa” orang-orang disekitarnya, ia justru sering stres.

4. ROMANTIS : Tipe romantis memiliki kencenderungan watak perasaan peka yang tinggi, pergaulan penuh kehangatan, dan pengertian. Tipe watak ini sering juga disebut individualis, yakni orang yang selalu menepatkan keunikan diri, kreativitas, dan emosi pada tingkat yang paling tinggi. Karena melihat dirinya sebagai insan yang berbeda dari orang lain, ia tidak senang pada hal-hal yang bersifat biasa-biasa saja. Baginya setiap orang harus punya keunikan yang menonjol. Ia terobsesi bekerja dengan caranya sendiri yang unik sehingga lebih suka menutup diri bekerja sama dengan orang lain. Orang seperti ini kalau diberi kebebasan cenderung solider dan bahkan terisolasi dari lingkungan sekitar.

5. OBSERVER : Memiliki kecenderungan watak kebutuhan yang besar akan ilmu pengetahuan. Ia bersifat introver, sifat ingin tahu yang besar akan segala sesuatu, suka menganalisis segala sesuatu, dan punya pandangan yang mendalam akan segala sesuatu. Sering juga disebut tipe pemikir. Biasanya orangnya pintar, berpikir analisis dan tegas dalam mengambil keputusan, mamun miskin dalam pergaulan. Boro-boro harus meluangkan waktu untuk bertukar pikiran atau perasaan dengan orang lain, perhatiannya hanya pada bidangnya dan terlalu ngoyo dalam mengejar ilmu. Sayangnya, meski intelektualnya tidak diragukan, ia malas bekerja. Cara mengatasi kelemahan ini ialaha ia harus mengambil inisiatif tindakan nyata. Ini logis karena untuk bisa mengetahui apa yang telah terjadi, seseorang harus terlibat di dalamnya.

6. QUESTIONER : Memiliki watak yang penuh tanggung jawab, dapat dipercayai dan kesetiaan hidup pada keluarga. Sering juga disebut watak loyalis karena ia bisa dipercaya, jujur, dan bertindak sesuai dengan norma yang berlaku. Bertindak dengan penuh hati-hati dan cemas akan kesalahan. Perasaan ini terus terbawa dalam suasana kerjanya sehingga ia sering dihantui oleh rasa takut dan kecemasan. Ia perlu punya relasi yang dapat dipercaya, dengan ini ia bisa mengurangi kecemasannya dan mampu meraih prestasi yang lebih dari biasanya.

7. ADVENTURER : Mempunyai ciri watak hidup yang penuh semangat, lincah dan optimis. Ia ingin menghasilkan sesuatu untuk dunia. Sering juga disebut mempunyai watak antusiastis karena selalu bersikap optimistis akan masa depan meski dalam kondisi buruk sekalipun. Ia akan berusaha sebaik-baiknya untuk menghindari stres. Tapi bila situasi semakin memburuk, dengan gampang ia banting stir, memilih pekerjaan lain yang dianggap lebih baik. Meskipun hidupnya tidak selalu berhasil, ia susah menerima kegagalan atau penderitaan.

8. ASSERTER : Ia memiliki watak suka berterus terang, langsung, apa adanya, percaya diri yang tinggi. Ukuran pergaulan adalah sesuatu yang menguntungkan diri sendiri dan protective. Ini adalah tipe watk kepemimpinan. Ia merupakan orang yang dikaruniai kekuatan dan kemampuan mempengaruhi orang lain, namun cenderung tampil “kejam” terhadap dunia sekitarnya. Ia tidak mau kompromi dengan apa yang telah diyakininya. Kalau memegang kekuasaan bisa berbahaya karena cenderung otoriter.

9. PEACEMAKER : Ia memiliki kecenderungan watak mudah menerima, baik hati dan prinsip hidup yang suka mendukung. Menyukai kesatuan dengan orang lain dan menghindari pertentangan, cinta damai. Hal ini terlihat dari kepribadiannya yang tidak menyukai persaingan. Ia selalu berusaha agar lingkungannya tenang dan damai. Ia tidak mampu mengungkapkan perasaannya dengan jelas dan transparan. Ketiadaan rasa percaya diri yang kuat cenderung membuatnya mengharapkan orang lain untuk memotivasi dirinya.