Arsip

Posts Tagged ‘humor politik’

HUMOR ORDE BARU

Februari 16, 2010 3 komentar

#Uji Kecerdasan

Disela-sela kunjungan resmi, Lee Kuan Yew mengajak Try
Sutrisno bergurau. “Saya punya teka-teki untuk menguji
kecerdasan”, kata Lee.
“Mari kita lihat Pak Try. Saya akan menguji si Goh
Chok Tong.”

Dan tokoh Singapura itu pun memanggil Goh Chok Tong.
Lee mengajukan satu pertanyaan yang harus dijawab Goh
dengan cepat dan tepat.

“Hai, Chok Tong, misalkan orangtuamu punya anak tiga
orang. Siapakah gerangan anak yang bukan kakakmu dan
bukan pula adikmu?”

Goh menjawab tangkas, “Ya itu saya sendiri.”

Lee bertepuk tangan, “Itulah sebabnya dia kupilih!”

Try Sutrisno sangat terkesan. Dia pulang ke Jakarta
dan segera mau menguji Harmoko. “Pak Harmoko,~R~R kata
Try, “Saya ingin menguji sampeyan. Ada satu pertanyaan
yang harus sampeyan jawab.”

“Misalkan orang tua sampeyan punya anak tiga orang.
Siapakah gerangan anak yang bukan kakak sampeyan dan
bukan pula adik sampeyan?” Ternyata Harmoko tidak
segera bisa menjawab. Tapi dia punya akal dan minta
permisi sebentar ke luar ruangan, di mana menunggu
Subrata. “Coba, Mas Brata,” katanya kepada bawahannya
ini, “Misalkan orang tua situ punya anak tiga. Siapa
gerangan anak yang bukan kakaknya situ dan bukan pula
adiknya situ?”

Subrata berpikir lima menit, lalu menjawab: “Itu saya,
Pak.”

Harmoko senang, dan masuk kembali ke ruangan Try
Sutrisno. “Jadi tadi petunjuknya …eh, pertanyaannya
bagaimana, Pak Try?” Try dengan sabar mengulangi
pertanyaannya. Dan Harmoko kali ini menjawab tangkas:
“Ya, Subrata, Pak!”.

Try ketawa geli. “Pak Harmoko ini gimana! Jawabnya
yang benar, ya, Goh Chok Tong, dong!”

SUmber:  milis tetangga

Iklan

SBY-BERBUDI DIPROTES DI PALEMBANG

Februari 14, 2010 1 komentar

Tim sukses SBY sdg pusing melakukan pembenahan di Palembang, alasannya :
Ketika mereka memunculkan jargon “SBY berbudi”, mereka tidak memikirkan kalo di palembang arti kata Budi = Menipu/berbohong

Jadi artinya SBY berbudi = SBY berbohong, sehingga slogan2 di Palembang yg naik cetak harus dibatalkan semua.

Oleh karena itulah org Palembang lebih suka SBY berpasangan dgn Hatta Rajasa agar jargonnya jadi “SBY berjasa”

Tetapi masih untung SBY tdk berpasangan dgn Salahudin Wahid krn jargonnya jadi “SBY bersalah”

Dan juga PAN tdk jadi mengajukan ketumnya Sutrisno Bachir karena jadi “SBY berachir”

Namun siapapun “ber sama nya, tetap SBY depannya” ..

termasuk Rani Juliani kalo jadi cawapresnya menjadi “SBY berani”.

Hehehe….

Sumber: dari milis tetangga