Arsip

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Wanita Karir Memutuskan Bekerja: Tips Berbicara Kepada Anak

Dilema Wanita KarirWanita pada era ini, sering dihadapkan pada perasaan bimbang, apakah menjadi ibu rumah tangga yang fokus mengurus anak di rumah atau menjadi wanita karir. Dua pilihan ini sama-sama memiliki alasan kuat, yang terkadang agak sulit memilih pilihan terbaik di antara keduanya. Yang bisa dilakukan adalah berupaya semaksimal mungkin peran sebagai orang tua, tatkala memilih harus menjadi wanita karir.

Bagaimana cara berbicara kepada anak apabila seorang wanita memutuskan untuk bekerja. Berikut tips-tipsnya:

  1. Berhati hatilah dengan menceritakan permasalah dan suka duka bekerja jangan berikan kesan anda terpaksa bekerja dan tidak menikmatinya.
  2. Upayakan diskusi yang seimbang antara keuntungan dan kesulitan bekerja sehingga anak belajar bagaimana anda menyelesaikan masalah.
  3. Jelaskan tentang gaji dan pentingnya uang dapat memberikan simulasi kepada anak.
  4. Apabila memungkinkan bawalah anak anda ke kantor anda dan perkenalkan anak dengan rekan kerja anda.
  5. Ajak anak untuk bekerja dalam permainan role play.
  6. Jagalah kesimbangan dengan ada seutuhnya untuk anak anda saat berada dirumah.

Be wise to be parent!

Iklan

WORK-LIFE BALANCE: KUNCI KESEIMBANGAN HIDUP

work life balancesDefinisi • Work life balance (WLB) adalah kehidupan yang seimbang dimana individu mampu melaksanakan tanggung jawabnya di tempat bekerja, rumah dan di masyarakat dengan konflik peran yang sangat minimal (Clark,2000).WLB ini sangat penting untuk kesehatan mental,well being, self esteem dan kepuasan hidup secara keseluruhan (Clark,2000 ; Clarke,2003).

Tanda tanda mempunyai WLB

  1. Puas dengan kehidupan di tempat kerja dan dirumah
  2. Bisa memenuhi tanggung jawabnya di rumah dan tempat kerja tanpa rasa kecewa, sedih dan menyesal.
  3. Sehat secara emosi, jiwa dan fisik.
  4. Merasakan apapun keputusan yang diambil adalah atas pilihan sendiri bukan karena terpaksa

KENYATAAN mengenai WLB

  1. Individu yang sudah berkeluarga merasakan berkurangnya waktu yang berkualitas dan kebahagian hidup bersama keluarga yang menyebabkan stress dan tidak stabilnya keluarga (Sauve,2009).
  2. Meningkatnya kasus absent pada pegawai dikarenakan masalah WLB.
  3. Masalah WLB semakin meningkat dalam 10 tahun terakhir ini (Barrette 2009) dengan meningkatnya jumlah wanita yang bekerja .
  4. Institusi yang pegawainya mengalami masalah WLB mengalami peningkatan biaya untuk kesehatan fisik dan mental yang memburuk pada karyawan, dan juga masalah berhentinya pegawai (Duxbury &Higgins,2003) dan juga tinggi nya tingkat absen dan rendahnya moral karyawan (sauve,2009).

Hal -hal terkait WLB

  1. Over time
  2. Kebanyakan Peran
  3. Kerja mempengaruhi Keluarga
  4. Keluarga mempengaruhi Kerja
  5. Beban dengan Pengasuh Anak
  6. Sandwich generation (harus menjaga anak dan orang tua).

Tanda tanda kemungkinan tidak tercapainya WLB

  1. Selalu merasa lelah dan capek yang tak berujung.
  2. Merasa tidak ada pilihan tidak ada kontrol terhadap pilihan hidup yang dijalani.
  3. Apabila anda merasa terlalu banyak hal yang belum terselesaikan daripada yang sudah terselesaikan.
  4. Apabila anda melihat lebih banyak hal negatif daripada positif dalam hidup.

Tips untuk mendapatkan WLB

  1. Ingatlah kenapa alasan utama anda untuk bekerja pada awalnya .
  2. Rencanakan segala sesuatu secara efektif.
  3. Buatlah batasan atas keterlibatan dengan pekerjaan .
  4. Mintalah pertolongan dan delegasikan tugas.
  5. Istirahatlah sejenak sebelum melanjutkan kegiatan yang lain.
  6. Bekerja , istirahat dan rilex perhatikan tanda -tanda burn out .
  7. Berlibur.
  8. Jadilah orang yang efisien dan terencana hindari kehebohan di pagi hari.
  9. Buatlah kalender keluarga jadi anak dapat menuliskan kegiatannya tempel di tempat terbuka, boleh buat kalender yang lucu dan kreatif.
  10. Biasakan untuk membuat waktu rutin tertentu bersama anak seperti sebelum tidur untuk memberikan pelukan hangat dan menyampaikan betapa anda mencintai anak.
  11. Ketika sampai dirumah biasakan menyapa anak dga hangat terlebih dahulu & biasakan utk ganti baju!
  12. Berada lah seutuhnya untuk anak anda ketika sudah dirumah dengar kan ceritanya sepenuh hati hindari : telefon email dan tv.
  13. Rencanakan kegiatan bersama anak anak anda :sarapan bersama, olah raga bersama piknik.
  14. Jangan mengasuh dengan rasa bersalah.
  15. Temukan support sistem yang baik.
  16. Rencanakanlah kegiatan bersama pasangan.
  17. Rencanakan lah kegiatan untuk me reward diri anda sendiri.

Mempraktekkan sebagian dari tips ini sudah sangat membantu Anda mencapai keseimbangan hidup!

Penghitungan Beban Kerja

Pengertian

Beban Kerja adalah sejumlah target pekerjaan atau target hasil yang harus dicapai dalam satu satuan waktu tertentu.

Standar kemampuan rata-rata (SKR) pegawai atau standar prestasi rata-rata pegawai adalah standar kemampuan yang menunjukkan ukuran energi rata-rata yang diberikan oleh seorang pegawai untuk memperoleh satu satuan hasil.

Perhitungan beban kerja adalah suatu teknik untuk menetapkan waktu bagi seorang pegawai yang memenuhi persyaratan (qualified) dalam menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu dengan standar prestasi yang telah ditetapkan

Aspek-aspek Dalam Perhitungan Beban Kerja

  • Beban Kerja
  • Standar kemampuan rata-rata/standar prestasi

Standar kemampuan yang diukur dari satuan waktu disebut dengan    Norma   Waktu.

Norma waktu adalah satu satuan waktu yang dipergunakan untuk mengukur berapa hasil yang dapat diperoleh.

Rumus Norma Waktu :

Norma waktu =     Orang x Waktu/ Hasil

Contoh

Seorang juru ketik dalam waktu 30 menit dapat menghasilkan 2 lembar ketikan.

Norma waktu  =   1 orang pengetik x 30 menit/2 lembar ketikan

Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata standar kemampuan seorang pengetik adalah 30 menit menghasilkan 2 lembar ketikan.

Standar kemampuan yang diukur dari satuan hasil disebut dengan norma hasil.

Norma Hasil adalah satu satuan hasil dapat diperoleh dalam waktu berapa lama.

Rumus Norma Hasil :

Norma Hasil  =                  Hasil/(orang x waktu)

Dari contoh tersebut dapat ditetapkan bahwa rata-rata standar kemampuan seorang analis jabatan untuk menghasilkan 1 uraian jabatan diperlukan waktu 2 jam.

Contoh:

Seorang analis jabatan untuk menghasilkan 1 uraian jabatan diperlukan waktu 2 jam

Norma hasil  =     1 uraian jabatan

1 analis jabatan x 2 jam

Dari contoh tersebut dapat ditetapkan bahwa rata-rata standar kemampuan seorang analis jabatan untuk menghasilkan 1 uraian jabatan diperlukan waktu 2 jam.

Waktu Kerja

Waktu kerja efektif adalah waktu kerja yang secara efektif digunakan untuk bekerja. Waktu kerja efektif terdiri atas Hari Kerja Efektif dan Jam Kerja Efektif

Perhitungan hari kerja efektif dalam 6 hari kerja adalah

  • 1 Tahun   =  365 hari
  • Hari Minggu =   52 hari
  • Hari libur lain =   14 hari
  • Cuti Tahunan =   12 hari
  • Hari kerja efektif = 365 hari – 78 hari    =  287 hari.

Jam kerja efektif adalah jumlah jam kerja formal dikurangi dengan waktu kerja yang hilang karena tidak bekerja (allowance) seperti makan, sholat, dan sebagainya.

Dalam menghitung jam kerja efektif sebaiknya digunakan ukuran dalam 1 minggu.

Penghitungan jam kerja efektif

Metoda Perhitungan Beban Kerja 

a. Metoda teknik analitis

Metoda ini adalah metoda ilmiah dengan menggunakan pengukuran waktu yang teliti melalui pengamatan langsung.

b. Metoda praktis empiris

Metoda ini didasarkan pada pengalaman perorangan atau pemegang jabatan.

c. Metoda identifikasi beban kerja

Metoda ini dilakukan dengan mengidentifikasi beban kerja melalui hasil kerja, objek kerja, peralatan kerja, dan tugas per tugas jabatan.

Prinsip Penyusunan Formasi Pegawai

Dalam penyusunan formasi pegawai hendaknya memperhatikan  prinsip-prinsip sebagai berikut:

  • Setiap jenjang jabatan jumlah pegawainya sesuai dengan beban kerjanya;
  • Setiap perpindahan dalam posisi jabatan baik karena adanya mutasi atau promosi, dapat dilakukan apabila tersedia posisi jabatan yang lowong;
  • Selama beban kerja organisasi tidak berubah, komposisi jumlah pegawai tidak berubah.

TEKNIK PERHITUNGAN BEBAN KERJA

Dalam penyusunan/perhitungan formasi pegawai dilakukan beberapa tahapan yaitu,

  • Analisis Jabatan
  • Perkiraan persediaan pegawai,
  • Perhitungan kebutuhan pegawai,

Analisis Jabatan

Setiap pegawai mempunyai jabatan, tugas, wewenang, dan tanggungjawab yang jelas.

Perkiraan Persediaan Pegawai

Persediaan pegawai adalah jumlah pegawai yang dimiliki oleh suatu unit kerja.

Perkiraan persediaan pegawai tahun yang akan datang adalah perkiraan yang terdiri atas pegawai yang ada dikurangi jumlah yang pensiun pada tahun yang bersangkutan.

Langkah-langkah menetapkan persediaan pegawai adalah sebagai berikut:

  • Menyusun daftar jabatan

Menyusun daftar jabatan beserta ringkasan uraian   tugasnya (ikhtisar) disertai dengan syarat   pendidikan, pelatihan, pengalaman, dan syarat lain   yang bukan menjadi syarat mental.

Perhitungan Kebutuhan Pegawai

Perhitungan dengan metoda umum/ metoda beban kerja

Perhitungan kebutuhan pegawai untuk jabatan fungsional umum/non struktural menggunakan acuan dasar data pegawai yang ada serta peta jabatan dan uraian jabatan. Oleh karena itu, alat pokok yang digunakan dalam menghitung kebutuhan pegawai adalah uraian jabatan. Pendekatan yang dapat dilakukan untuk menghitung kebutuhan pegawai adalah mengidentifikasi beban kerja melalui/dari:

  • Hasil kerja
  • Objek kerja
  • Peralatan kerja
  • Tugas per tugas jabatan

Pendekatan Hasil Kerja

Hasil kerja adalah produk atau output jabatan. Metoda  dengan menggunakan pendekatan hasil kerja adalah menghitung formasi dengan mengidentifikasi beban kerja dan hasil kerja jabatan. Metoda ini dipergunakan untuk jabatan yang hasil kerjanya fisik atau non fisik tetapi dapat di kuantifisir. Metoda ini efektif dan mudah digunakan untuk jabatan yang hasil kerjanya hanya satu jenis.

Dalam menggunakan metoda ini, informasi yang dipergunakan adalah :

  • Wujud hasil kerja dan satuannya
  • Jumlah beban kerja yang tercermin dari target hasil kerja yang harus dicapai
  • Standar kemampuan rata-rata untuk memperoleh hasil kerja.

Rumus menghitung kebutuhan pegawai dengan pendekatan metoda ini adalah :

∑Beban kerja/Standar kemampuan rata-rata X 1 orang

Pendekatan Peralatan Kerja

Peralatan kerja adalah peralatan yang dipergunakan dalam bekerja. Metoda ini digunakan untuk jabatan yang beban kerjanya bergantung pada peralatan kerja, seperti pengemudi, beban kerjanya bergantung pada kebutuhan operasional kendaraan yang harus dikemudikan.

Dalam menggunakan metoda ini, informasi yang diperlukan adalah:

  • Satuan alat kerja
  • Jabatan yang diperlukan untuk pengoperasian alat kerja
  • Jumlah alat kerja yang dioperasikan
  • Rasio jumlah pegawai per jabatan peralatan kerja (RPK)

Rumus menghitung dengan metoda ini adalah:

∑Peralatan kerja/Rasio penggunaan alat kerja X 1 orang

Pendekatan Tugas Pertugas Jabatan

Metoda ini adalah metoda menghitung kebutuhan pegawai pada jabatan yang hasil kerjanya abstrak atau beragam, artinya hasil kerja dalam jabatan banyak jenisnya.

Informasi yang diperlukan untuk dapat menghitung kebutuhan pegawai dengan metode ini adalah :

  • Uraian tugas beserta jumlah beban untuk setiap tugas
  • Waktu penyelesaian tugas
  • Jumlah waktu kerja efektif perhari rata-rata

Rumus  metoda ini adalah :

∑ Waktu Penyelesaian Tugas/∑  Waktu Kerja Efektif

 

Demikian, semoga membantu dalam penghitungan beban kerja.

 

4 Basic Skills Pengelola SDM

fungsi hrRekrutmen

Pengelola SDM harus mahir mempekerjakan dan merekrut karyawan baru. Mengidentifikasi, merekrut, wawancara dan mempekerjakan karyawan berkinerja tinggi sangat penting untuk keberhasilan jangka panjang perusahaan Anda. Membuat kebijakan dan prosedur untuk proses rekrutmen dan mengajarkan keterampilan ini untuk semua manajer Anda juga penting untuk masa depan organisasi Anda.

 

Kompensasi dan Benefit

Pengelola sumber daya manusia juga harus mampu mengelola dan meningkatkan struktur kompensasi dan manfaat bagi pegawai. Mempertahankan karyawan terbaik baik tergantung pada banyak faktor. Gaji dan benefit lainnya merupakan dua factor penting yang mengindikasikan seberapa baik kesan karyawan terhadap perusahaan dan kemungkinan bahwa mereka akan tetap dengan perusahaan Anda di masa depan. Menyusun sebuah sistem kompensasi yang efektif dan menentukan yang terbaik paket manfaat bagi semua karyawan merupakan keterampilan yang wajib dikuasai oleh para manajer SDM.

 

Pelatihan dan Pengembangan

Keterampilan dalam mengelola pelatihan dan pengembangan juga aset penting bagi manajer sumber daya manusia. Kemampuan untuk membuat program-program pelatihan yang memecahkan masalah akan menghasilkan manfaat penting bagi organisasi Anda. Keterampilan mendesain instruksi kerja dan kemmapuan presentasi, menghasilkan program-program pelatihan yang menghasilkan hasil yang nyata bagi perusahaan Anda. Evaluasi program pelatihan dan umpan balik karyawan juga dibutuhkan untuk terus meningkatkan kualitas semua program pelatihan Anda.

 

Manajemen Kinerja

Kemampuan untuk secara efektif mengelola kinerja karyawan Anda merupakan bagian integral dari tugas pekerjaan manajer sumber daya manusia. Membangun dan menerapkan proses peningkatan kinerja yang lengkap merupakan keterampilan penting. Merancang proses review kinerja, mempertahankan kinerja dan memantau pelaksanaannya adalah tugas yang harus dimiliki para pengelola SDM. Untuk itu, coaching tentang cara menerapkan manajemen kinerja di masing-masing unit kerjanya menjadi agenda penting untuk mendongkrak kinerja perusahaan.

Tips Meningkatkan Keterlibatan Karyawan

engagement

Sebuah artikel di New York Daily News melaporkan bahwa hampir 70% dari karyawan AS tidak berkontribusi signifikan di tempat kerja. Penelitian yang dilakukan oleh Gallup Poll menunjukkan bahwa mayoritas orang Amerika disengage dengan pekerjaan. Ini juga merupakan indikator bahwa para pemimpin kesulitan mencari cara untuk meningkatkan keterlibatan dengan karyawan yang jauh lebih beragam dan lebih muda dari sebelumnya.

Banyak perusahaan yang mengalami transformasi, di mana kepemimpinan memegang peranan penting dalam mengaktifkan secara penuh potensi dan kompetensi para pekerja. Pemimpin harus mampu membimbing karyawan untuk memiliki peran dan tanggung jawab yang nyata. Karyawan ingin merasa dihargai dan tertantang; mereka ingin dipercaya dan diberi kebebasan untuk mengeksplorasi dan belajar dari pekerjaan yang dilakukan. Karyawan yang menyediakan diri untuk tumbuh dan mengambil tugas yang lebih maju harus diberikan kesempatan untuk lebih mempercepat kemajuan mereka. Intinya adalah bahwa para pemimpin harus terus menerus menciptakan peluang baru bagi karyawan mereka.

Bagaimana pemimpin dapat menentukan apakah seorang karyawan mampu mengemban sebuah tanggung jawab jika Anda tidak terus-menerus menemukan cara-cara baru untuk melibatkan mereka? Dalam hal ini, dibutuhkan waktu dan tenaga ekstra yang perlu diluangkan oleh pemimpin untuk mengembangkan karyawan.

Direksi Pelindo III 2014 – 2019

Inilah susunan Direksi PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) yang baru dilantik pada hari Senin, 12 Mei 2014.

Djarwo Surjanto ditetapkan sebagai Direktur Utama,  sedangkan 4 (empat) Direktur lainnya terdiri dari : Husein Latief, Rahmat Satria, Toto Heliyanto, I Gusti Ngurah Akhsara Danadiputra.

Djarwo Surjanto sebelumnya adalah Direktur Utama dan Husein Latif merupakan Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha.

Direksi lainnya, Toto Heliyanto yang sebelumnya merupakan General Manajer Pelindo III Cabang Tanjung Perak.

Demikian pula dengan Rahmat Satria, sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya (anak perusahaan PT Pelindo III).

Sedangkan salah satu anggota Direktur yang berasal dari luar Pelindo III adalah I Gusti Ngurah Akhsara Danadiputra, sesuai informasi yang diperoleh dari reporter majalah dermaga, I Gusti Ngurah Akhsara Danadiputra berasal dari Bank ANZ.

 

Kategori:Uncategorized

Kesalahan Umum Dalam Melamar Kerja

Sejak awal Anda harus menghindari kesalahan-kesalahan yang mungkin timbul saat melamar pekerjaan. Nah, ada baiknya Anda ketahui 8 kesalahan umum yang seringkali dilakukan para pencari kerja. Coba simak di bawah ini:
Surat-surat tidak lengkap
Jangan pernah menganggap sepele kelengkapan surat lamaran. Maka sebelum melayangkan surat lamaran Anda, periksa kembali kelengkapan dokumen Anda. Satu saja ketidaklengkapan surat lamaran Anda, bisa dijadikan alasan penolakan permohonan kerja. So, lengkapi selalu dokumen lamaran Anda.
Terlalu banyak referensi
Referensi memang perlu Anda sertakan bersama surat lamaran dan curriculum vitae (CV). Tapi mencantumkan daftar referensi yang kelewat panjang juga bisa menimbulkan salah pengertian. Bisa jadi, Anda akan dianggap suka memamerkan dan menonjolkan diri. Untuk itu, sertakan referensi yang memang benar-benar penting, yang sekiranya dapat menambah penilaian. Jika referensi Anda tidak berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lamar sebaiknya tidak usah disertakan.
Datang terlambat
Jam karet memang sudah menjadi budaya di Indonesia tapi hendaknya jangan sampai menulari Anda. Sekali Anda datang terlambat saat wawancara pekerjaan, penilaian terhadap diri Anda akan minus. Apalagi jika Anda melamar ke perusahaan asing, biasanya tidak ada toleransi bagi keterlambatan. Maka cobalah untuk ontime setiap kali memenuhi panggilan wawancara kerja.
Pakaian kurang sopan
Kesan pertama seringkali dimulai dari penampilan. Karena itu cara Anda berbusana menjadi hal yang sangat penting saat Anda datang melamar pekerjaan atau memenuhi panggilan wawancara. Penyeleksi mempunyai penilaian tersendiri ketika melihat pelamar kerja. Karena itu gunakan busana yang sopan dan lazim digunakan untuk kesempatan panggilan kerja. Hal ini juga perlu diikuti dengan penampilan secara keseluruhan, seperti rambut dan dandanan wajah yang rapih, pemakaian sepatu dan tas yang pantas.
Salah tulis atau sebut nama
Pimpinan perusahaan akan sakit hati seandainya namanya ditulis atau diucapkan secara keliru. Hal ini akan mempengaruhi kewibawaan dan reputasinya. Usahakan agar meneliti kembali saat menulis nama orang dalam surat lamaran atau menyapa seseorang.
Mencantumkan ketrampilan palsu
Jangan sekali-kali mencantumkan atau mengakui ketrampilan yang tidak Anda miliki. Ingat, penyeleksi akan lebih jeli akan hal ini. Mereka akan terus meneliti bagian-bagian dalam CV atau daftar riwayat hidup yang dianggap terlalu dibuat-buat. Bahkan ada yang mempersiapkan tes praktek langsung untuk menguji kebenaran laporan Anda. Oleh sebab itu jangan coba-coba menonjolkan sesuatu yang tidak Anda miliki.
Bicara berbelit-belit
Wawancara merupakan ‘moment’ yang tepat bagi Anda untuk mengungkapkan siapa diri Anda sebenarnya. Biasanya pewawancara akan menanyakan semua segi yang berhubungan dengan CV atau daftar riwayat hidup yang telah Anda kirimkan. Dalam menyerap informasi dari Anda, mereka menggunakan logika berpikir secara rasional. Setiap uraian akan dihubungkan dengan keterangan sebelumnya. Karena itu jangan memberi keterangan yang berbelit-belit. Apabila penyeleksi menganggap Anda memberikan keterangan yang tidak jelas, jangan berharap diterima.
Meminta fasilitas di awal seleksi
Ini merupakan kesalahan yang cukup fatal bagi pelamar kerja. Jika belum ada keputusan diterima jangan sekalipun menuntut fasilitas ini itu. Anda akan dianggap bermental materialistis. Walaupun tujuan bekerja salah satunya mendapatkan kelayakan materi, tapi sebaiknya, Anda harus menekankan apa yang bisa Anda berikan daripada apa yang akan Anda dapatkan. Biasanya jika Anda bisa memberikan kontribusi terbaik, fasilitas akan mengikuti Anda.
Sebenarnya masih banyak kelalaian lain yang kerap dilakukan saat melamar pekerjaan. Tapi jika Anda ingin sukses diterima bekerja tentunya Anda sudah semakin cerdas menerapkan cara melamar pekerjaan yang baik. Jangan lupa, kepandaian dan kecerdasan Anda juga perlu didukung oleh sikap yang menggambarkan moralitas dan intelektualitas yang positif. Selamat berburu pekerjaan…! [tri/*]

Kategori:Uncategorized